A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Jalan Kaki Kenakan Jas Bersama Bupati - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Batam

Jalan Kaki Kenakan Jas Bersama Bupati

Jumat, 20 Agustus 2010 16:52 WIB
Jalan Kaki Kenakan Jas Bersama Bupati
oleh:  Hery Setiono, SSTP. M.Si

Tugas seorang protokol ternyata cukup berliku. Ada pengalaman menarik dari Hery Setiono saat menemani Bupati Karimun Nurdin Basirun menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hery berbagi pengalaman dengan pembaca Tribun Batam.

KAMI berangkat dari Karimun menuju Jakarta, Minggu (15/8). Waktunya cukup padat karena sebelumnya saya mesti menyelesaikan tugas gladi bersih upacara peringatan detik-detik proklamasi di kediaman dinas bupati.
Pukul 16.30 WIB, saya bersama ajudan bupati, Rd Richky Dwi Muhardi SSTP, siap-siap berangkat. Segala sesuatu itu yang kami bawa dari Karimun di antaranya pakaian, jas atau pakaian, multivitamin dan makanan berbuka, kalau-kalau nanti kami terpaksa berbuka puasa di atas kapal. 

Selanjutnya seragam PDUB (pakaian dinas upacara kebesaran) kami titipkan di Batam. Ini untuk mengantisipasi kalau-kalau jadwal kepulangan ke Tanjungbalai Karimun terlambat sehingga bupati tidak sempat berganti pakaian di kediaman beliau.

Sekitar 10 menit kemudian, Pak Bupati didampingi Pak H  Cendra Nawazir selaku Kepala Dinas Perhubungan tiba di pelabuhan. Kami bertolak menggunakan kapal Pemkab Karimun yang sudah stand by di pelantar pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun.

Alhamdulillah perjalanan lancar. Kami langsung menuju ke Bandara Hang Nadim menggunakan mobil dinas bupati di Batam dengan nomor polisi BM 1523 HP jenis Terano Spirit S2.

Untuk keperluan di Batam, kami dibantu staf protokoler yakni Siswoyo Hendro Lukito, Juniarto, Awaluddin dan Tiki Wibisana. Merekalah yang menyiapkan segala sesuatunya, seperti transportasi, termasuk akomodasi jika kami perlukan.

Pukul 18.00, kami tiba di Hang Nadim. Karena penerbangan pukul 18.50, maka kami sempat berbuka puasa di salah satu kantin. Cukup berbuka dengan penganan ringan saja.

Pak bupati saat itu duduk di kelas bisnis. Berhubung bangku di sebelah pak bupati kosong, saya diminta menemani beliau duduk di sebelahnya. Tidak banyak yang kami perbincangkan karena bupati terlihat lelah dan istirahat sebentar di dalam pesawat.

Kami tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 20.40. Taksi yang kami persiapkan sudah menunggu untuk mengantar kami ke Hotel tempat biasa kami menginap, Hotel Borobudur Jakarta.

Setibanya di hotel, kami mengurus segala sesuatunya seperti chek in hotel. Setelah beres urusan ini-itu, kami langsung mengantar beliau menuju ke kamarnya untuk beristirahat sejenak. Setelah beliau merasa nyaman, saya langsung meninggalkan beliau di kamar.

 Selanjutnya masih bersama Rd Rickhky, kami mencari makanan padat untuk makan malam setelah berbuka puasa sekedarnya di Bandara Hang Nadim Batam sebelumnya.

Kami mendapatkan rumah makan Padang di Jalan Veteran, dekat hotel dan membungkusnya untuk dibawa ke kamar beliau. Lauk pauk yang dipesan beliau di antaranya, telor, ayam goreng, rendang dan kuah yang terpisah. Kami selalu ingat beliau selalu memesan kerupuk jangek sebagai salah satu teman lauk-pauk lainnya.

Setelah makan malam, beliau langsung istirahat malam itu. Demikian juga kami beristirahat untuk menanti tugas esok pagi.
Senin (16/8) sekitar pukul 03.30 WIB, pak bupati makan sahur. Setengah jam sebelumnya kami sudah duduk di restoran hotel untuk menyiapkan tempat duduk beliau. Usai makan sahur kami kembali ke kamar hotel masing-masing untuk menyiapkan tugas berikutnya.

Pukul 06.00, kami sudah menunggu bupati dan Pak Cendra untuk agenda beliau berdua selama di Jakarta. Selanjutnya beliau bersama Pak H Cendra melanjutkan tugas keperluannya ke Kementerian Perhubungan untuk membicarakan kemungkinan tambahan dana pusat untuk pembangunan bandara. Saat itu kami tidak ikut serta bersama beliau.

Acara hari itu kami langsung menuju ke Kementerian Dalam Negeri untuk mengikuti gladi bersih penyematan tanda penghargaan yang akan dilaksanakan besok harinya. Hingga sore hari kami di kantor tersebut. Sore harinya kami mengikuti pak bupati salat Tarawih di Masjid Istiqlal Jakarta. Hingga waktu sahur tiba tidak ada kegiatan  lainnya lagi.

Pagi harinya, Selasa (17/8) sekitar pukul 06.00, kami bersiap di lobi hotel untuk persiapan mengantar pak bupati menuju ke Kementerian Dalam Negeri RI untuk mengikuti prosesi penyematan tanda penghargaan tersebut. Kondisi lalulintas jalan saat itu macet total. Kondisi ini membuat kami sedikit panik karena acara sekitar akan segera mulai sekitar pukul 08.00.

Dengan terpaksa sekitar 400 meter dari jalan menuju ke kantor kementerian kami berjalan kaki di trotoar sepanjang jalan menuju kantor kementerian. Pak bupati dan kami (yang juga mengenakan stelan jas lengkap) berjalan kaki di trotoar itu agar dapat mengejar waktu acara penting itu dimulai.

Acara penyematan tanda penghargaan Satya Lencana Wira Karya kepada Bupati Karimun H Nurdin Basirun dan sebanyak 34 kepala daerah lainnya sukses dilaksanakan. Sekitar pukul 10.00 kami kembali berjalan kaki dengan stelan jas itu menuju ke Istana Negara tempat digelarnya upacara peringatan detik-detik proklamasi.

Usai acara tersebut, kami langsung menuju parkir kendaraan di kementerian dalam negeri RI. Lagi-lagi kami bersama pak bupati berjalan kaki agar bisa lebih cepat sampai ke bandara.

Ketergesaan kami beralasan mengingat, pak bupati diharapkan dapat hadir sebagai inspektur upacara penurunan bendera di kediaman dinas bupati. Kami langsung menuju ke bandara Soekarno-Hatta dan tiba di sana sekitar pukul 12.45.

Beruntung Lion Air yang kami tumpangi tidak delay,  sehingga kami tiba di Bandara Hang Nadim Batam tepat waktu, sekitar pukul 14.30.
Lagi-lagi kami beruntung karena tepat waktu sekitar 30 menit menjelang acara kami sudah tiba di pelabuhan. Pak bupati sempat mengenakan PDUB-nya di kediaman dan menjalankan tugas beliau sebagai inspektur upacara penurunan bendera.(*)
Editor: Agus Tri Harsanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
16 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas