Tribun Batam - Minggu, 22 Agustus 2010 16:49 WIB
KUALALUMPUR, TRIBUN - Malaysia khawatir jumlah bayi yang diterlantarkan akan bertambah. Para politisi dan lembaga swadaya masyarakat Malaysia telah mengadakan pertemuan guna membahas cara-cara mengatasi masalah penelantaran bayi.
Sebanyak 65 bayi ditemukan tahun ini dan banyak di antaranya telah meninggal dunia ketika ditemukan. Pemerintah khawatir jumlah bayi terlantar akan melebihi jumlah total sebelumnya, yaitu 100 bayi ditemukan setiap tahun.
Bayi-bayi itu biasanya diletakkan di tong sampah, depan pintu dan di jalan-jalan sehingga pihak berwenang mempertimbangkan untuk menggolongkan kasus-kasus ini sebagai pembunuhan atau upaya pembunuhan.
Kasus terbaru melibatkan seorang bayi yang baru lahir dan dibuang di pinggir sungai. Bayi tersebut dibungkus dengan handuk dan selembar kain lalu dimasukkan ke dalam tas.
Pendidikan seks
Partai Islam Semalaysia (PAS) mengadakan pertemuan dengan sejumlah LSM dan partai-partai politik lainnya Minggu (22/8). Mereka ingin mencari cara-cara terbaik mengatasi persoalan yang terus meningkat ini.
Sebagian kalangan menyebut pornografi, salah asuh dan keterbukaan terhadap seks liberal budaya barat merupakan penyebab penelantaran bayi.
Namun menurut wartawan BBC di Kuala Lumpur, Jennifer Pak, fenomena pembuangan bayi ini juga menghidupkan kembali debat mengenai pendidikan seks di sekolah-sekolah.
Di Malaysia, lapor Jennifer Pak, generasi muda biasanya dituntut mengekang diri dan melahirkan anak di luar nikah merupakan aib bagi keluarga. Para pekerja sosial mengatakan sikap ini mendorong banyak perempuan yang putus asa membuang bayi mereka.
Namun belakangan muncul pendekatan-pendekatan baru. Satu badan amal OrphanCARE baru-baru ini membuka pusat penampungan pertama di Malaysia. Di tempat ini, para ibu bisa meninggalkan bayi-bayi tanpa diketahui jati diri mereka.
Pendekatan lainnya diusulkan oleh negara bagian Malaka dengan memperbolehkan remaja perempuan Muslim menikah sebelum berumur 16 tahun.Negara bagian Malaka juga mengusulkan membuka sekolah khusus bagi remaja hamil. (bbc)