Jumat, 12 Juni 2026

Daerah Perbatasan

Menlu Malaysia Siap Berunding

Menteri Luar Negeri Malaysia Dato' Sri Anifah Hj Aman menyatakan siap berunding dengan wakil pemerintah Indonesia

Tayang:
TRIBUNNEWSBATAM, PUTRAJAYA - Menteri Luar Negeri Malaysia Dato' Sri Anifah Hj Aman menyatakan siap berunding dengan wakil pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan sengketa perbatasan dua negara di wilayah perairan. Perundingan kedua pihak rencananya akan digelar dalam waktu dekat setelah perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia 31 Agustus 2010.

Kesiapan perundingan itu disampaikan Dato' Sri Anifah dalam dialog dengan Duta Belia Indonesia, Kamis (26/8/2010) di Kantor Kementerian Luar Negeri Malaysia. "Isu perbatasan dapat diselesaikan melalui perundingan dua negara. Dan oleh karena perundingan perbatasan kompleks, butuh waktu lama. Tapi Malaysia berkomitmen untuk selesaikan masalah perbatasan di darat maupun maritim," ujar Menteri Luar Negeri Malaysia Dato' Sri Anifah Hj Aman.

Menlu Malaysia Dato Sri Anifah optimis masalah sengketa perbatasan antara dua negara berjiran atau bertetangga ini dapat diselesaikan melalui perundingan di tingkat menteri luar negeri dan tidak perlu sampai pemimpin kedua negara yang turun tangan.

Menanggapi maraknya desakan masyarakat Indonesia untuk mengusir perwakilan Malaysia di Jakarta, Dato Sri Anifah mengatakan pihaknya tidak akan mencabut Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia. Alasannya, Kedutaan Malaysia di Indonesia termasuk 22 kedutaan Malaysia yang memiliki kekebalan sehingga tidak boleh dicabut oleh siapa pun.

Sebaliknya, Menlu akan mendesak pemerintah Indonesia untuk melindungi perwakilan Malaysia di Jakarta, termasuk aset berupa kantor kedutaan dari kerusakan dan kekacauan yang diakibatkan aksi protes masyarakat.

Konflik Indonesia dan Malaysia memanas akibat tindakan Polisi Diraja Malaysia yang menangkap tiga petugas dari Kementerian Perikanan dan Kelautan di wilayah perairan Tanjung Berakit, Kepulauan Riau pada Jumat (13/8/2010). Polisi Malaysia menembaki kapal patroli petugas dan menahan para awaknya yang sedang menjalankan tugas yakni menangkap tujuh nelayan Malaysia yang mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.

Namun menurut Menteri Luar Negeri Malaysia, berdasarkan Global Positioning System (GPS) Polisi Diraja Malaysia, lokasi penangkapan petugas patroli Indonesia sudah masuk dalam wilayah perairan Malaysia. Untuk mengecek kebenaran lokasi kejadian, pihaknya sedang menunggu laporan dari Polisi Diraja.

Dato' Sri Anifah mengatakan sengketa perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia bukan kali pertama terjadi. Oleh karena itu pihaknya setuju untuk melakukan perundingan masalah perbatasan supaya cepat selesai. Sejauh pengamatan Menlu Malaysia, sedikitnya sudah 16 kali perundingan untuk membahas wilayah perbatasan perairan antara kedua negara, digelar. Namun karena masalahnya terlalu kompleks, perundingan tersebut belum bisa membuahkan hasil.

Kalaupun nantinya telah ada hasil dari perundingan antara kedua negara, Dato' Sri Anifah tidak menjamin, gesekan antara Indonesia dan Malaysia tidak akan terjadi di masa depan. Alasannya, karena kedua negara bertetangga. Oleh karena itu menjaga keharmonisan antara kedua negara jauh lebih penting demi masa depan masyarakat Indonesia maupun Malaysia. Apalagi antara Indonesia dan Malaysia telah lama terjalin hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme di bidang ekonomi melalui kehadiran Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Saling menguntungkan yang dimaksud adalah dimana kehadiran TKI memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan Malaysia. Di sisi lain, kehadiran TKI di Malaysia membantu pemerintah Indonesia meningkatkan kesejahteraan warganya.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved