TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) berhasil memasang alat pancung jantung
dalam operasi yang dilakukan kepada Hatijah (71) warga Pulau Kasu,
Kepulauan Riau, Minggu (29/08/2010).
Operasi yang berlangsung satu jam setengah
itu langsung dipimpin dokter jantung dan pembulu darah, Dr Afdahlun
Hakim dengan dibantu dokter dari pusat jantung terpadu RSCM Jakarta, Dr
Muhammad Yamin.
Hatijah merupakan pasien yang ditanggung oleh
Jamkesmas. Dia sendiri mengalami gangguan jantung karena hanya 20
sampai 25 denyutan jantungnya. Karena itu dokter sebelumnya memasang
alat pacu jantung tidak permanen agar bisa mencapai 60 denyutan
di jantungnya.
Karena mengalami kendala biaya untuk membeli alat
pacu jantung yang akan dipasang permanen dan tidak ditanggung oleh
Jamkesmas, beberapa dokter berinisiatif mengumpulkan dana untuk membeli
alat pancung jantung seharga Rp 20 juta itu.
"Ya karena tidak ada biaya kita dan mahasiswa
dari fakultas kesehatan Tri Sakti mengumpulkan dana untuk membantu
nenek Hatijah," ujar Dr
Afdahlun Hakim.