Soal Malaysia DPRD Batam Beda Pendapat
Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam menyikap berbeda tentang hubungan Indonesia dan Malaysia yang kian memanas
TRIBUNNEWSBATAM,BATAM - Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam menyikap berbeda tentang hubungan Indonesia dan Malaysia yang kian memanas.
Menurut Aries Hardi Halim selaku wakil ketua III DPRD Batam meminta kepada seluruh masyarakat Batam untuk menyikapi dengan tenang. Mengingat saat ini bulan suci Ramadan dan harus mengedepankan kesabaran, serta melihat lebih dalam dan jernih. Hal mendasar dan dipertimbangkan, jika terjadi konfrontasi langsung dengan Malaysia, bagaimana nasib ribuan warga Batam dan Indonesia.
"Bukan berarti kita takut lho,tolong digaris bawahi itu," jelas anggota dewan dari Partai PKS ini.
Aris juga menyikapi "perang" melalui dunia maya dengan adanya situs dan blog yang berisi kecamanan anti Indonesia dan sebaliknya, sebagai bentuk proses "sebab dan akibat.
"Saya tahu beberapa pihak di Indonesia juga melakukan dan membuat situs yang sama dengan apa yang dibuat oleh Malaysia untuk itu janganlah sampai kita terprovokasi," jelasnya.
Dan menanggapi adanya pelemparan "kotoran manusia" ke Kedubes Malaysia di indonesia, ditangapi dengan ketidaksetujuan atas tindakan tersebut.Untuk itu saya meminta ketegasan dari pemerintah pusat untuk segera mungkin membuat kesepakatan mengenai batas teritorial kedua negara.
Sementera itu menurut AA Sany selaku ketua komisi 1 DPRD Batam dari Partai PAN mengatakan bahwa permasalahan perbatasan harus diselesaikan secepatnya. Mengingat aspek etika diplomasi yang dilakukan oleh Malaysia sangat disayangkan, pemerintah pusatnya harus jeli dengan emosional rakyatnya.
"Kiranya bisa disikapi dengan sangat tegas dan cepat oleh pemerintah pusat dengan mempertimbangkan emosional rakyat," kata AA Sany.