TRIBUNNEWSBATAM, BATAM- Dirpolair Polda Kepri persiapkan sembilan kapal patrolinya dalam operasi Ketupat Seligi 2010. Kesembilan kapal
ini akan tersebar di beberapa titik pelabuhan yang dianggap rawan
terjadinya lonjakan penumpang dan pelanggaran terhadap aturan lalu
lintas laut.
Kadirpolair, AKBP M Yassin Kosasih, titik yang
menjadi fokus kesembilan kapal ini adalah pelabuhan Beton Sekupang,
pelabuhan Punggur, Tanjungpinang dan Tanjungbalai Karimun. Operasional
dari ke sembilan kapal ini, sifatnya hanya untuk membantu pengamanan
yang dilakuan oleh Polisi KKP.
Menurut dia, kesembilan kaspal ini
akan difungsikan jika terjadi lonjakan penumpang sementara armada yang
tersedia tidak mencukupi. Selain itu, anggotanya juga akan ikut
mengontrol setiap pelayaran yang akan dilaksanakan oleh masing-masing
armada kapal.
"Tugas kami mengawasi kapal sebelum berangkat. Jika kedapan mengangkut penumpang melebihi kapasitas, petugas berhak melarang kapal tersebut berlayar," kata Yassin di Mapolresta Batam siang tadi
Kamis(2/9/2010).
Disamping itu, setiap kapal yang kan berlayar,
akan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan
keselamatan berlayarnya. Pemeriksaan ini penting, kata dia, karena
peralatan keselamatan itu ada masa pakainya, dan sering diabaikan oleh
kapal tetap berlayar dengan peralatan keselamatan yang sudah kadaluarsa.
"Kalau
sampai kita temui ada perusaah pelayaran yang naksal dan tidak
memperhatikan keselamatan pelayarannya, bisa kami tindak. Surat Ijin Berlayar (SIB)
milik kapal tersebut bisa kami tahan. Meski yang berhak mencabut SIB
hanya Adpel," ucapnya.
Dikatakan, disiagakannya kesembilan kapal
patroli ini juga untuk mengantisipasi jika terjadi kejahatan di laut.
Walaupun dalam beberapa tahun terakhir kejahatan yang terjadi di laut
cendrung menurun.