A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pengalaman Naik Taksi Omperangan di Kota Mekah - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Batam

Pengalaman Naik Taksi Omperangan di Kota Mekah

Minggu, 24 Oktober 2010 23:35 WIB
Pengalaman Naik Taksi Omperangan di Kota Mekah
tribunnews batam / istimewa
Surya Makmur Nasution bersama istri di Mekkah.
Laporan Langsung dari Mekah Surya Makmur Nasution

Jamaah yang hendak berziarah kebeberapa tempat di Mekah harus puas hati dengan kondisi angkutan di sana. Angkutan transportasi penumpang di Mekah, seperti taksi dan angkutan kota, hampir sama dengan Batam. Sama-sama omprengan. Sopir taksi atau angkot boleh menaikkan dan menurunkan penumpang di mana saja.

Tidak hanya itu, satu taksi boleh beberapa penumpang dengan tujuan berbeda. Malah tempat duduk di taksi boleh diisi 4 atau 5 penumpang untuk bagian belakang dan dua penumpang di depan. Jadi, satu taksi boleh diisi 7 penumpang. Itulah pengalaman saya ketika hendak berziarah kebeberapa tempat bersejarah di Mekah, seperti Gua Hiro dan Tsur di Jabal Nur.

Jenis mobil taksi di Mekah, mulai tahun 90-an sampai seri terbaru tahun 2010, seperti Camry dan Altis. Ongkosnya pun tidak sama antara satu penumpang dengan penumpang lain. Jika penumpang yang satu tujuan, misalnya 5 orang, bisa menawar besaran ongkos ke sopir. Jika sopir menyampaikan 5 Riyal, dapat ditawar hingga dua riyal.

Hanya saja, ongkos taksi bisa berubah-ubah. Tidak ada ketentuan atau patokannya. Ongkos perorang, misalnya, dari Maktab Jarwal, tempat penginapan Kloter 1 Embarkasi Batam, ongkos rata-rata 2 riyal atau Rp 5000. Akan tetapi, tarifnya bisa saja jadi 5 riyal, karena penumpangnya hanya 3 orang. Taksi di Mekah tidak pakai argo sehingga penumpang harus pandai melakukan tawar menawar.

Masalahnya seringkali menjadi pertengkaran antara jemaah dan sopir karena kelemahan komunikasi. Sebab, tidak semua sopir mengerti bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pernah satu kali, seorang penumpang yg tujuannya sama dengan saya ke Jarwal, harus membayar 5 Riyal, padahal saya dan teman hanya bayar 3 Riyal.

Berbeda dengan angkot, tarif kendaraan relatif stabil yakni 2 riyal perorang. Itu dimungkinkan karena jumlah penumpangnya mencapai 14 orang. Tarif penumpang di maktab-maktab lain pun hampir sama. Sebab, maktab tersebut berada di sekitar Masjidil Haram. Untuk maktab yg jauh, sekitar 4 sampai 7 kilo meter, biasanya disediakan bus angkutan. Namun, bus itu kurang praktis karena jam antar jemputnya sudah ditentukan. Sehingga jika jamaah mau berlama2 di Masjidil Haram, harus menggunakan kendaraan sendiri.

Bagi jamaah yang ingin menggunakan taksi atau angkutan disarankan tidak sendirian, apalagi perempuan. Jika mau turun pun, disarankan, penumpang perempuan lebih dahulu turun, baru kemudian laki-laki. Menurut Rizki, seorang pemandu pemotongan dam (bagi jemaah haji tamattuk), mobil bagi bangsa Arab bukanlah sesuatu yang mewah.

Mobil-mobil taksi yang tergolong mobil mewah tersebut, walaupun keluaran seri terbaru, tidak ada keadaannya seperti taksi yang di Singapura. Bahkan, dengan Batan sekalipun lebih baik dari di Mekah. Mungkin karena keadaan suhu udara yang panas dan berdebu, atau air bagi bangsa Arab lebih mahal dari pertamax, mengakibatkan mereka tak begitu peduli soal kendaraan. Begitulah juga taksi yang kami gunakan, tak terawat.

Parahnya lagi, tak jarang taksi-taksi di Mekah tabrakan antara satu kendaraan dengan lainnya, atau sesama taksi. Sebab, di Mekah sopir taksi atau angkot suka hati kalau jalan mau ke kanan atau kiri, tanpa menggunakan lampu sen kanan atau kiri. Tak sedikit bumper dan body taksi atau angkot penyok-penyok karena tabrakan. Jadi, budaya berkendaraannya lebih bagus sedikit di Batam. Batam yang tergolong masih serawut dan belum mengundahkan rambu-rambu lalu lintas, masih relatif lebih baik.

Baik taksi maupun angkot yang datang dan pergi ke Majidil Haram, tak ada yang mengaturnya. Seringkali polisi lalu lintas Kerajaan Arab Saudi harus standby atau bolak balik mengawasi tingkahlaku sopir taksi dan angkot.

Begitulah sopir taksi dan angkot di Kota Mekah, yang kedudukannya sangat utama dalam  menunjang kelancaran jemaah dalam beribadah, tapi belum terlaksana dengan baik. Sudah saatnya, saya kira, Pemprov Kepri perlu memikikan bagaimana menyediakan bus untuk bantuan kepada jemaah haji asal Kepri di Mekah.  

Jika ini bisa terwujud, saya kira, akan sangat membantu jemaah. Sebab, tidak jarang, jemaah harus kesasar karena kelemahan berkomunikasi. Apalagi, di sekitar kota Mekah, jarang sekali di toko- tokonya menggunakan nama jalan yang dapat dijadikan acuan bagi jemaah ketika keluar dan kembali ke maktab.
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2181 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas