Lakalantas di Bintan

Menyebrang Tiba-Tiba, Bocah 6 Tahun Tewas Tertabrak Motor

Kecelakaan lalu lintas kembali merengut nyawa di Kabupaten Bintan.

Menyebrang Tiba-Tiba,  Bocah 6 Tahun Tewas Tertabrak Motor
Tribunnewsbatam / Hadi Maulana
Barang bukti kendaraan bermotor setelah terjadi kecelakaan di ruas jalan Kota Bintan
Laporan Hadi Maulana, wartawan Tribunnews batam

TRIBUNNEWSBATAM, BINTAN – Kecelakaan lalu lintas kembali merengut nyawa di Kabupaten Bintan. Setelah sempat dirawat di Puskesmas Kijang, nyawa Surya Ananda (6) tidak tertolong setelah ditabrak sepeda motor yang dikendarai  Katan (25), Minggu (31/10/2010).

 Korban adalah warga Kampung Baru Keke RT 05 RW 11, dan pengendara moto Kantan (25), seorang nelayan Kampung Baru Keke, diduga  mengendarai motor Shogun BP 5841 TG dengan tidak memperhatikan kondisi  sekitarnya. Kanit Laka Lantas Unit Polsek Bintan Timur Bripka Jefrizal, kepada Tribunnews.com  menyebutkan korban tewas akibat ditabrak sepeda motor.

“Bocah ini mengalami  pembengkakan pada kepala kanan, luka jahitan pada kepala belakang kiri, pipi kanan luka jahit, dan tangan kiri lecet, serta luka robek di mulut,” papar Jefrizal.

Sementara Kantan mengalami  lecet pada pinggul kiri,  bahu kiri, tangan kiri lecet, kepala samping kiri bengkak. “Dan sekarang masih dalam perawatan pukesmas Rawat inap Kijang,” kata dia.

Dijelaskan Jefrizal, laka lantas ini terjadi saat sepeda motor Shogun BP 5841 TG yang dikendarai Kantan melaju dari arah jalan Tanah Kuning menuju arah Kampung Baru Keke. “Kata Kantan, dia hendak pulang menuju kerumahnhya,” sebut Jefrzal.

Namun setiba di depan mesjid Annur, tiba-tiba dari balik mobil yang biasa parkir di dekat mesjid, muncul Surya sambil berlari ke arah lapangan bola yang terletak di depan mesjid, dan akhirnya kecelakaanpun tak terelakan.

“Menurut pengakuan Kantan, saat itu Surya menyembrang tidak lagi melihat kiri kanan, maka terjadila laka lantas tersebut,” ungkap dia.

Jefrizal menuturkan, ini merupakan kelalaian dari Kantan. “ Kita anggap ini kelalaian dari sipengendara, dan untuk itu Katan kita kenai pasal 310 ayat 4  UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No 22 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun,” tegas Jefrizal.

Editor: Dedy Suwadha
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help