Jiran
Usia 64 Tahun, Pria ini Ingin Punya 100 Anak
Entah ambisi apa yang ingin dicapai seorang Daad Murad Abdul Rahman
TRIBUNNEWSBATAM, MANAMA- Entah ambisi apa yang ingin dicapai seorang Daad Murad Abdul Rahman. Pria 64 tahun asal Uni Emirate Arab ini telah menikah 15 kali dan masih berniat akan menikahi lagi seorang gadis berusia 18 tahun.
Dari pernikahan-pernikahan itu, Daad Murad telah memiliki anak yang jumlahnya luar biasa, 88 orang. Daad mungkin bisa masuk sebagai ayah dengan anak paling banyak di dunia. Anak tertuanya kini sudah berusia 39 tahun, dan yang terkecil baru lahir beberapa bulan lalu.
Seperti dilansir emirates247, Daad Murad yang tinggal di Ajman dan Manama, Uni Emirate Arab itu ternyata belum berhenti untuk menambah jumlah anaknya itu. Dari 88 anaknya itu, 50 anak di antaranya berjenis kelamin laki-laki, 38 lainnya perempuan. Daad masih berambisi untuk memiliki 100 anak hingga 2015 mendatang.
"Saya akan berhenti menikah saat sudah memiliki 100 anak-anak. Saya berharap bisa mencapainya dengan perkawinan baru ini," katanya terkait rencana menikahi seorang wanita 18 tahun asal India sebagai pernikahan ke-16-nya.
"Saya senang dengan pernikahan ini. Dia adalah seorang gadis cantik. Saya telah melihat fotonya. Saya berbicara dengannya melalui telepon. Saya telah mengajukan permohonan visa untuk mengunjunginya di India guna melangsungkan pernikahan. Kemungkinan besar, saya akan berangkat ke India setelah Idul Adha," katanya.
Daad mengatakan, setiap pernikahan baru yang ia jalani, akan ada perayaan dalam keluarganya, seperti baju baru, makan-makanan dan hadiah-hadiah. "Kami setidaknya harus memotong empat domba untuk setiap perayaan," katanya.
Dari 15 wanita yang telah ia nikahi, 12 di antaranya telah cerai, dan ia memiliki anak dari setiap istri-istrinya itu. Hanya tiga yang terus bertahan.
Percaya atau tidak, Daad Murad Abdul Rahman dipandang sebagai pahlawan nasional di UAE, dan menikmati keuntungan yang ditawarkan negara.
Sebanyak 127 anggota keluarganya mendapat tujuh rumah gratis. Rahman juga menerima pensiun dari militer, serta bantuan keuangan yang substansial dari pemerintah.(emirates247/sn)