TribunBatam/

Polda Kepri

Oknum Polda Peras TKI Rp 3 Juta Saat Akan Pulang

Mereka harus memeras keringat lagi memenuhi permintaan oknum yang mestinya melindungi mereka.

Oknum Polda Peras TKI Rp 3 Juta Saat Akan Pulang
Tribunnews Batam / Aprizal
TKI Lebih Mudah Masuk Bandara Hang Nadim
Laporan Afrizal Wartawan Tribunnews Batam

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Setelah bertahun-tahun dengan susah payah mencari nafkah di negeri orang. Ibarat lepas dari kandang  buaya masuk pula ke kandang harimau. Ini lah yang di alami oleh Rahman, M Soli bersama seorang istri dan anak nya yang masih berusia 6 bulan dan dua orang dua wanita.

Nasib TKI memang ironis. Pahlawan devisa yang mengirim Rp 80 triliun per tahun dengan berbagai tantangan di negara penempatan tetap tak bisa tenang walau pulang ke Tanah Air. Mereka harus memeras keringat lagi memenuhi permintaan oknum yang mestinya melindungi mereka.

Pahlawan devisa negara ini di peras oleh oknum perwira Polda Kepri di penampunggannya di perumahan Bida Asri Blok C1 no 3, Kamis (16/12/2010) pukul 23.00 WIB . Sehingga mereka menggalami kerugian jutaan rupiah, karena tiket yang sudah mereka beli hagus.

Seharusnya para TKI ini di jadwalkan pulang ke kampung halamannya masing-masing, Jumat (17/12/2010) pukul 10.45 WIB dengan menggunakan pesawat Lion Air melalui Bandara Hang Nadim Batam.

Pemerasan yang di alami TKI ini terjadi saat mereka menunggu keberangkatan pesawat nya di penampunggan Paras Tour And Travel, Bida Asri. Saat itu mereka di datanggi oleh dua orang oknum Polda Kepri berpangkat  AKP dari  Ditintel Polda Kepri dan anggotanya Fs. Para TKI ini diancam akan di bawa ke Polda bila tidak menyediakan dana sejumblah Rp 3 juta.

Namun karena uang yang diminta oknum ini terlalu banyak, mereka tidak menyanggupi permintaan tersebut. Akhirnya Rahman TKI asal lombok dan M Soli TKI asal Medan di giring ke Mapolda Kepri malam itu juga. Namun Jumat paginya,  dua orang TKI di titipkan di Mapolsek Batam Kota. Selain mengamankan dua orang TKI ini, oknum Polda Kepri tersebut juga menggamankan Mas Hadi yang kebetulan berjualan rokok di sebelah penampungan Paras Tour and Travel tersebut.

Pemilik Paras Tour and Travel,  M Sukron kepada wartawan mengatakan, pemerasan yang di lakukan oknum Polda Kepri terhadap TKI yang membeli tiket pesawat di travelnya, ini sudah sering terjadi. Namun kejadian saat ini menurutnya sudah sangat tidak manusiawi. Pasal nya TKI akan pulang ke kampung halamannya dan bukan pergi ke Malaysia.

"Masa orang mau pulang kampung dan sudah ada tiket di tahan, aparat apa ini? Kalau memang mereka masuk masuk ke Malaysia secara ilegal silahkan tangkap. Dan saya pun setuju. Kalau seperti ini saya di rugikan, karena tiket orang ini hangus jadinya,"ujar Sukron.

Atas tindakan oknum Polda Kepri yang melakukan pemerasan ini, katanya, akan melaporkan dua orang oknum tersebut ke profesi dan pengamanan (Propam) Polda Kepri.

"Anggota saya di Travel sedang melaporkan dua oknum Polda Kepri ini ke Propam. Ini sudah keterlaluan dan tidak manusiawi,"pungkas nya.

Sedangkan, perwira polda, dikonfirmasikan membantah telah melakukan pemerasan terhadap para TKI itu. Dia menegaskan, kedua TKI yang diamankan itu karena berada di penampungan yang tidak memiliki izin resmi.

"Ini masih dalam pengembangan mas. Kita masih terus melakukan tindak lanjut dalam kasus ini," ujarnya via telepon selular kepada wartawan, kemarin.

Editor: Dedy Suwadha
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help