Rabu, 26 November 2014
Tribun Batam

Gila.. Geng Pelajar Adu Nyali Lompat Jembatan Barelang

Minggu, 26 Desember 2010 20:30 WIB

Gila.. Geng Pelajar  Adu Nyali Lompat Jembatan Barelang
Tribunnewsbatam / ucu rahman
Jembatan Barelang. Foto Ilustrasi
Laporan Ucu Rahman, wartawan Tribunnews Batam

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM
- Ricky Irawan (18) dan Harun (18) warga Bengkong yang merupakan pelajar SMK Widya Batam adu nyali dengan cara melompat bebas dari Jembatan I Barelang, Minggu (26/12) sekitar pukul 12.00 WIB.

Lompatan nekat tanpa alat pengaman tersebut mengakibatkan Ricky Irawan hilang terbawa  arus laut yang bergerak deras ke arah Pulau Buluh, sementara Harun terpaksa dilarikan Ke Rumah sakit umum (RSUD) Batuaji karena mengalami muntah Darah setelah berhasil diselamatkan Tansil kawan satu gengnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh kedua pelajar tersebut tidak sendirian. Mereka datang dalam satu kelompok geng pelajar sebanyak 12 orang yang beroncengan dengan 6 buah sepeda motor. Ke 12 orang tersebut antara lain dua orang korban sendiri , Tansil, Randi,Andi, Gio, Gultum, Guntur ,jacky serta tiga orang lainnya.

"Mereka semua warga Bengkong, rata- rata pelajar SMA ,"ujar salah satu saksi mata yang tak mau namanya di Korankan.

Rombongan tersebut tiba di Jembatan I Barelang sekitar Pukul 11.00 WIB.

"Awalnya kami duduk sambil foto-foto dan rekam vidoo pakai Handicam dipinggiran jembatan,"ujar Tansil, saat di introgasi polisi di Pospol Barelang, Minggu (26/12).

Selang beberapa saat muncul ide dari kedua korban untuk melompat dari atas Jembatan I Barelang di sebelah kanan dari arah Tambesi untuk di abadikan vidieonya lewat rekaman Handicam yang dipegang oleh Guntur.

"Mereka berdua yakin sekali kalau bisa melompat padahal kita sudah larang, karena ombak besar,"tutur Andi .

Melihat kenekatan kedua korban, Tansil berserta kelima orang temannya yang lain turun ke bawah Kolam Jembatan menggunakan sepeda motor .

"Kami ke bawah (Kolong Jembatan) untuk menyelamatkan mereka takut ada apa-apa,"kata Tansil.

Tepat pukul 12.00 WIb, kedua korbanpun melakukan aksi nekatnya itu. Sementara Gultum sudah stand by dengan handicam untuk merekam adegan berbahaya tersebut.

"Yang loncat duluan Harun, selang 10 menit kemudian diikuti Ricky,'ujar Gultum.

Harun saat melompat berhasil muncul kembali kepermukaan dan berenang ke tepi laut. Harun sempat mengalami muntah-muntah.

"Tapi sempat muntah darah, mungkin saat tiba di air laut kena bagian dadanya,"ujar Tansil.

Melihat Harun berhasil dan selamat ke pinggir laut, Ricky yang sudah ancang-ancang dari atas Jembatan langsung melompat turun.

"Nah giliran Ricky ini, saat jatuh kelaut lama sekali baru muncul ke permukaan, Munculnyapun seperti orang mengambang gitu, makanya saya langsung turun berenang menolong dia, sementar kawan-kawan yang lain urus Harun yang sudah sekarat,"ujar Tansil.

Namun sayang usaha pertolongan tersebut sia-sia saat Tansil berusaha meraih tangan Ricky tak bisa. Karena kondisi tubuh Ricky yang sudah tak berdaya kembali diterjang arus laut yang sangat kencang. Tangan Tansilpun terlepas mengenggam tubuh Ricky.

"Itulah saya kehilangan dia (Ricky), kalau saya pegang terus berarti saya juga ikut terbawa arus,"kata Tansil yang terlihat masih truma dengan kejadian itu.

Menurut Tansil kemungkinan besar, Ricky terpukul bagian dadanya saat mendarat di atas air laut. Karena saat di tolongnya kondisi tubuh Ricky seperti orang pingsan dan tak bergerak sama sekali. Selang tak berapa lama tubuh Ricky hilang berasama derasnya arus air laut siang kemarin.

"Kami berusaha cari bantuan ke pihak Polsisi disini (Pospol Barelang), tapi terlambat, Ricky sudah menghilang di bawah arus,"kata Tansil.

Aparat kepolisian yang berpiket di Pospol Barelang hanya bisa menolong Harun yang dalam keadaan sekarat ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan Medis. Sementar a pencarian terhadap Ricky terus dilakukan oleh beberapa nelayan setempat dan anggota kepolisian Sagulung yang langsung datang ke lokasi saat mendengar kabar tersebut.

Kapolsek Sagulung AKP M Yoga Buanadipta Ilafi, mengatakan sampai kini (26/12) korban yang hilang belum berhasil ditemukan. Dan pihaknya bersama pihak Polisi air serta Brimob masih dalam penyisiran untuk menemukan korban.

"Kita sudah olah TKP, kejadian ini merupakan adu nyali dari kedua korban. Kesepuluh orang teman korban serta Handicam yang digunakan untuk merekam adegan itu, untuk sementara kita amankan dulu, guna penyidikan lebih lanjut,"ujar Kapolsek di lokasi kejadian.

Atas kejadian tersebut, Kapolsek meminta kepada orangtua yang memiliki anak sekolah agar lebih berhati-hati lagi mengawasi kegiatan anak-anaknya.

"kalau mau ke Barelang seharusnya harus ada yang mengawasi, atau orang yang dituakan yang bisa bertanggung jawab,"kata Kapolsek.
Editor: Dedy Suwadha

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas