Kejam.. Ratusan Mahasiswa dan Dosen UIB Terancam Dipecat
Tribun Batam - Selasa, 11 Januari 2011 18:44 WIB
Share |
Perwakilan-Mahasiswa-UIB.jpg
Tribunnews Batam / Era Sapri
Perwakilan Mahasiswa UIB tengah memberikan keterangan ke pada Wartawan.
Laporan Era Sapri Wartawan Tribunnews Batam

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM
- Gerakan Mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB) untuk mendirikan organisasi Senat mahasiwa (SEMA) dan organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), makin kuat setelah dukungan dari berbagai universitas dari bebagai kota di Indonesia. Gerakan terus disuarakan dan dibuktikan dengan menggelar orasi terbuka sejumlah elemen mahasiswa dan dosen UIB, walau ancaman drop out dan pemecatan akan diberikan pihak kampus.

"Kami seluruh elemen mahasiswa menuntut pihak kampus untuk menghidupkan kembali organisasi kampus yang telah lama di blokir oleh pihak kampus semenjak tahun 2005. Tidaka ada alasan untuk tidak memberikan izin kepada kami mahasiswa. Kami sayangkan kearoganan pihak kampus, sampai-sampai kami mahasiswa diancam untuk dipecat dan juga di blacklist agar tidak diterima dimanapun,"ujar George Michael, perwakilan mahasiswa UIB dalam orasinya, Selasa (11/1/2011) sore, di sekretariat sementara mereka di kawasan Seruni Seraya Batam.
 
Menurut mahasiswa semester V ini, kehadiran organisasi ini sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas mahasiswa dalam berbagai kegiatan kampus dan sebagai wadah aktualisasi dari seluruh mahasiswa. Permasalahan ini telah lama di ajukan mahasiswa terhadap pihak kampus, akan tetapi pihak kampus tidak memberikan izin. Bahkan, buntut pengajuan berbuah pada ancaman kepada mahasiswa.

Isi ancaman diantaranya, bagi yang tetap berani meminta pendirian organisasi seperti Sema dan BEM di lingkungan kampus UIB akan diberikan sanksi pencabutan beasiswa dan Drop Out dari kampus, serta Blacklist nama mahasiswa tersebut kesemua Perusahaan-perusahaan yang ada di Batam. Blacklist tersebut bertujuan agar nama yang diberikan sanksi Blacklist, tidak akan bisa bekerja pada perusahaan manapun.

Dalam berorasi mahasiswa UIB, juga didukung oleh salah seorang dosen yang mengajar pada mata kuliah Sistem Informatika yang bernama Sudianto yang mengajar pada Fakultas Ilmu Komputer di UIB. Menurutnya apa yang di minta mahasiswa kepada pihak kampus adalah suatu hal yang wajar karena sebuah organisasi didalam kampus adalah hak mereka. Kampus bisa berdiri karena ada mahasiswa didalamnya. "Saya mendukung mahasiswa, karena membangun suatu organisasi adalah hak mahasiswa", ujarnya.
 
Dosen tersebut juga menambahkan mahasiswa saja yang mengajukan permintaan seperti ini diancam oleh pihak kampus, apalagi  seorang dosen ikut memberikan dukungan kepada mereka.

"Saya sangat mengerti akan konsekuensi dari tindakan saya dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa ini. Yaitu dengan pemecatan untuk saya keluar dari kampus, saya bersedia menerima konsekuensi ini" tambahnya.
 
Pada saat ditemui wartawan, mahasiswa dan dosen juga menjelaskan bahwa tindakan mereka juga telah mendapat dukungan dari teman-teman di kampus UIB lainnya, yang juga menginginkan pendirian BEM dik ampus. Ini akan di wujudkan dengan  perencanaan pengumpulan tanda tangan seluruh mahasiswa yang mendukung pendirian organisasi dikampus yang mereka banggakan.

Mahasiswa berharap pihak kampus bisa menerima permintaan dari mahasiswa, karena menurut mereka organisasi ini juga akan berguna bagi kampus dan isinya.

Editor : dedy suwadha

© 2010 Tribunnews-Batam.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Ioezhe