TRIBUNNEWSBATAM, BATAM-
Kepala Badan Badan Kepegawaian dan Diklat, Firmansyah, akhirnya
memenuhi janjinya kepada kepada pihak Satreskrim Polresta Barelang untuk
memberi keterangan terkait santernya pemberitaan tentang penerimaan
CPNS kota Batam akhir tahun lalu, Jumat (14/1/2011).
Menggunakan
baju koko warna putih dan peci hitam, Firmansyah datang sendiri dan
langsung menuju ruang unit II Reserse Ekonomi (Resek). Dia tiba sekitar
pukul 14.35 menggunakan mobil dinas plat merah berwarna hijau muda.
Duduk
di kursi paling sudut menghadap ke arah timur, penanggungjawab
penerimaan CPNS kota Batam ini, tampak serius menjawab setiap pertanyaan
yang diajukan penyidik. Ada tiga orang penyidik yang dihadapi
Firmansyah.
Lebih dari dua jam Firmansyah diperiksa, posisi
duduknya sama sekali tidak berubah. Kedua tangannya ditumpangkan diatas
meja penyidik menahan berat badannya yang menjorok ke depan dan hanya
sesekali menggoyangkan kedua kakinya. Belum diketahui apa materi
pemeriksaan penyidik terhadap Firmansyah.
Sebelumnya Kasat
Reskrim Polresta Barelang, Kompol Aries Andhi mengatakan kedatangan
Firmasyah ke Satreskrim Polresta Barelang atas inisiatifnya sendiri. Dia
ingin menjelaskan kepada kepolisian prosedur penerimaan CPNS.
"Dia
kemarin telpon saya waktu masih di Jakarta bahwa dia akan datang ke
Polresta untuk menjelaskan semuanya. Penjelasan ini terkait pemberitaan
di media kalau dia akan diperiksa polisi karena diduga telah melakukan
KKN dalam penerimaan CPNS Desember lalu," kata Aries.
Menurut
Aries inisiatif dari Firmansyah itu adalah hal yang positif. Dia harus
menjelaskan semua itu agar masyarakat tidak lagi ragu dan bertanya-tanya
atas kabar yang beredar bahwa telah terjadi penyelewengan dalam
rekrutmen aparatur negara.
Dia menyebut tertarik untuk melakukan
penelusuran terhadap proses penerimaan CPNS kota Batam setelah melihat
rekasi dari masyarakat yang merasa tidak puas atas hasil kerja BKD.
"Masyarakat
menduga telah terjadi KKN, dan itu dibesar-besarkan oleh media. Itu
sebabnya kami berinisiatif untuk melakukan penelusuran pada prosesnya
apakah hal yang dipertanyakan oleh masyarakat benar-benar terjadi atau
tidak," ujar Aries.
Untuk mengetahui kebenaran informasi yang
beredar itu, Aries sudah meminta untuk kepada masyarakat Batam yang
mengetahui terjadinya penyelewangan pada penerimaan CPNS yang diumumkan
pada akhir Desember lalu. Namun hingga Jumat kemarin, belum ada satu
orang pun yang datang memberikan informasi yang sangat dibutuhkannya
itu.
Sejak memasuki ruang unit II pada pukul 14.35 hingga pukul
18.00, Firmansyah belum ada tanda-tanda dia akan meninggalkan Mapolresta
Barelang. Posisinya juga sama sekali belum berubah, duduk di kursi
paling sudut menghadap ke arah timur.