Sabtu, 22 November 2014
Tribun Batam

Polres Pinang Bidik Panitia CPNS Kota Tanjungpinang

Jumat, 14 Januari 2011 16:35 WIB

Polres Pinang Bidik Panitia CPNS Kota Tanjungpinang
Tribunnews Batam / Ogas Jambak
Polres Pinang Bidik Panitia CPNS Kota Tanjungpinang.

Laporan Ogas Jambak Wartawan Tribunnews Batam


TRIBUNNEWSBATAM, TANJUNGPINANG - Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang tetap serius mengusut dugaan KKN pada penerimaan CPNS Kota Tanjungpinang 2010. Setelah mengumpulkan beberapa bukti dan mengintrograsi peserta CPNS drg Ummi Pratiwi, Jumat (14/1) penyidik memeriksa panitia penerimaan CPNS Kota Tanjungpinang.


Ketua Panitia CPNS 2010 yang juga Plt Kepala BKD Tanjungpinang, Pok Yong Kadir memenuhi pangilan penyidik, sekitar pukul 10.00 WIB. Asisiten III bidang adminitrasi umum Pok Yong datang bersama anggota panitia lainya, A Yani (Kadis kesehatan-red) yang merupakan ketua tim seleksi adminitrasi.

 

Berdasarkan informasi yang diterima Tribun, penyidik Unit III Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang memangil 4 anggota panitia dari 25 panitia yang ditunjuk Walikota Tanjungpinang Hj Suryatati A Manan. Mereka adalah Ketua Pok Yong Kadir, Kadis Kesehatan A Yani, Kadis Pendidikan A Hadi, dan Kepala Inspektorat Syofyan.


Pemeriksaan dihentikan penyidik saat waktu sholat Jumat tiba, dan keduanya kembali diperiksa oleh penyidik. Setelah istirahat siang, A Hadi baru datang memenuhi pangilan penyidik dan hingga berita ini diturunkan penyidik masih melakukan pemeriksaan.

 

Dalam pemeriksaan penyidik mempertanyakan proses penerimaan CPNS di Lingkungan Pemko Tanjungpinang, dari mulai pendaftaran hingga pengumuman peserta yang lulus. Namun polisi masih engan membeberkan materi pemeriksaan karena masih bersifat penyelidikan atas dugaan KKN pada proses penerimaan CPNS ini.


Kapolres AKBP Suhendri SHSIk melalui Kasat Reskrim AKP Arif Budi Poernomo membenarkan pihaknya memangil beberapa orang panitia penerimaan CPNS Kota Tanjungpinang 2010. “Kita masih melakukan penyelidikan, dan belum dapat memberikan penjelasan tentang materi pemeriksaan,” ungkap Arif  Budi.

 

Pok Yong Kadir, yang dicegat wartawan saat istirahat pemeriksaan mengatakan dirinya hanya memberikan klarifikasi atas penerimaan CPNS 2010. dia mengatakan adanya peserta ujian yang diluluskan padahal tidak mengikuti ujian, merupakan kesalahan dari badan sains teknologi Universitas Indoensia yang melakukan pemeriksaan hasil ujian.


“Kami hanya menerima hasil dan melaksanakan ujian, sedangkan pemeriksaan merupakan wewenang UI yang bekerjasama dengan Pemko,” ungkap Pok Yong.

Editor: Dedy Suwadha

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas