Rabu, 10 Juni 2026

Smart Youngster

Jangan Asal Update Status di Facebook atau Twitter

Jangan Asal Update Status di Facebook

Tayang:
Laporan Rio Batubara Wartawan Tribunnews Batam

TRIBUNEWSBATAM, BATAM - Melewat  hari tanpa update status jejaring sosial, kayaknya sayang banget. Soalnya, sejak jejaring sosial happening sebagai ajang gaul yang baru, rasanya tiap orang pengen tetap eksis di dunia tanpa batas ini.

Berbagai jenis status muncul tiap harinya. Ada yang lucu, romantis, sedih, tapi ada juga yang kasar, nggak sopan, ngeselin dan sebagainya. Perbedaan status itu tentu aja erat kaitannya dengan kondisi psikis pemilik account yang menulisnya. Apakah lagi senang, kesal, sedih dan sebagainya.

Bicara soal status jejaring sosial, baik itu facebook ataupun twitter ada hal penting yang harus diingat. Yakni, jangan sampai mengabaikan etika pergaulan. Soalnya, walau saat menuliskan status kita lagi sendirian, tapi dalam hitungan detik, semua orang dalam list teman kita bisa langsung membacanya.

 Kebayang kan kalau status yang ditulis berisi umpatan dan kata-kata kotor. Hmm...nggak banget deh...

Mungkin Youngsters bisa belajar dari artis Luna Maya yang langsung disemprot banyak orang gara- gara statusnya di twitter berisi umpatan kasar pada insan pers. Karena nggak tahan dicerca, akhirnya pacar Ariel 'Peterpan' ini pilih nutup account dia, untuk sementara waktu.

Hati-hati dalam menulis status itulah yang juga selalu diingat Anggun Sari Diny. Cewek yang kuliah di Universitas Batam (Uniba) ini mengaku sering melihat status teman atau orang lain dengan nada kemarahan atau menyindir.

"Aku jadi malu sendiri kalo liat status kayak gitu. Kok bisa ada yang kayak gitu, padahal kan malu dibaca orang. Emang sih, biasanya status berisi ungkapan perasaan. Tapi kan ngga harus segitunya kalee," ujarnya.

Anggun sendiri suka bikin status mengenai perasaan dan kegiatan sehari-hari. "Tapi ngga pernah sampe bikin status yang bikin orang marah deh. Bikin malu diri sendiri. Aku suka bikin status dari kata-kata mutiara, bikin orang tambah semangat," imbuhnya. Dalam sehari, Anggun bisa lima kali update status di Facebook. Seperti biasanya, dirinya ingin melihat balasan komentar temannya.

"Asyiknya Facebook itu bisa jadi ajang seru-seruan. Juga bisa menambah kehangatan dalam berteman. Jadi, gak perlu bikin komentar yang macam-macam deh," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Synthia Wijaya. Siswi Smansa Batam ini paling anti bikin status berisi uneg-uneg negatif dan bikin orang marah.


"Yang pasti aku jaga imej dong. Ntar dicap jelek ama teman-teman. Lagian kita nih pelajar masa sih ungkapan kata-kata kita sama kayak anak jalanan," ungkapnya.

Syntia, menuturkan apabila ingin bikin status jangan berupa kemarahan. Ungkapkan dengan sindiran halus karena lebih elegan. "Adanya etika itu bikin kita lebih asyik dalam bikin status yang diinginkan," ungkapnya.

Pentingnya paham etika bergaul di jejaring sosial juga diungkapkan Mbak Evy Rakryani, Psikolog Batam Medical Centre. Kehadiran jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter memang jadi ajang sosialiasi bagi remaja. Sama seperti teknologi lainnya kehadiran jejaring sosial in membuat remaja lebih bebas mengekpresikan diri.

"Namun terkadang ungkapan status di jejaring sosial yang dilakukan remaja kebablasan dan mengundang kemarahan orang lain. Jika saat emosi langsung mengungkapkan kata-kata kasar, akibatnya citra negatif yang muncul," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved