Rabu, 10 Juni 2026

Market

Cabai Merah Kembali Rp 60 Ribu per Kilo

Lagi, Harga Cabe Merah Meroket

Tayang:
Laporan Hadi Maulana, wartawan Tribun Batam


BATAM, TRIBUN - Harga cabai merah di pasar tos 3000 dan Tanjung Pantun  Jodoh, Batam kembali naik. Harga cabai di pasar yang sebelumnya sempat didapati perkilonya Rp28 ribu hingga Rp30 ribu, sejak dua hari ini naik menjadi Rp60 ribu.

Amir (32), salah seorang pedangan sayuran pasar Tos 3000 Jodoh, ditemui dilapaknya menyebutkan kenaikan ini terjadi sejak tiga hari lalu.

“Kenaikakn ini sejak dua hari lalu, Minggu (30/1) lalu, dan sampai sekarang belum mengalami penururnan harga,” kata dia.

Dijelaskan Amir, kenaikan ini awalnya mulai dari Rp46  ribu hingga Rp51 ribu perkilonya, dan hari ini menjadi Rp60 ribu perkilonya. Lantas apa yang menyebabkan hingga cabai  merah ini naik harga? Amir mengaku tidak tahu, karena kenaikan dari dari daerah asal cabai merah tersebut.

“Tidak tahu juga saya apa penyebab kenaikan cabe merah ini, namun pengakuan dari distributor yang ada di pasar Tos 3000 Jodoh ini, kenaikan itu disebabkan gagal panen di daerah asal katanya, kalau tidak salah dari Medan,” ungkap Amir.

Senda juga diungkapkan Anita Turnip (30), pedagang sayur mayur yang ada di pasar Tanjung Pantun, yang mengakui kenaikan ini diakibatkan hujan yang terjadi hingga tiga hari berturut-turut.

“Tapi ada juga bilang akibat hujan yang terjadi berturut-turut kemarin, sehingga membuat cabai merah yang dibawah dari Medan menjadi busuk dalam perjalanan. Maka dari itulah harganya menjadi naik,” kata Anita.

Disinggung tentang pasokan cabe merah yang biasa di datangkan dari Bintan, Anita menuturkan untuk Bintan tidak ada masalah dan sampai saat ini lancar-lancar saja.

“Kalau untuk Bintan tidak ada masalah, namun untuk dua minggu kedepan ini memang tidak ada jadwal dari Bintan, sebab panen cabai merah itukan kurang lebih tiga minggu sekali, atau empat minggu sekali,” terang dia.

Lantas apakah ada kaitannya dengan perayaan Imlek, kembali Anita menuturkkan hal itu sama sekali tidak ada pengaruhnya. “Ini murni akibat factor cuaca, jadi bukan disengaja,” ujar Anita.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved