A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Perekonomian Ibukota Kepri hanya Tergantung APBD - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Batam

Perekonomian Ibukota Kepri hanya Tergantung APBD

Kamis, 3 Februari 2011 14:31 WIB
Perekonomian Ibukota Kepri hanya Tergantung APBD
Tribunnews Batam / Kaskus
Kota Tanjungpinang di Malam hari.
Laporan Patrick Nababan, Wartawan Tribun batam

TANJUNGPINANG, TRIBUN
- Perekonomian di Ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang saat ini dinilai mati suri. Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua mengatakan bahwa satu-satunya penggerak ekonomi Tanjungpinang hanya berasal dari sektor APBD.

Setidaknya nilai APBD Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan sebesar Rp3 triliun lebih mendorong perekonomian lebih baik.

"Tanpa APBD tiga daerah itu, Tanjungpinang seperti kota mati suri. Karena memang kondisi riilnya tidak bergairah lagi," ujar Rudi Chua, Selasa (1/2) di Gedung DPRD Kepri.

Menurut Rudi nilai APBD Kepri sebesar Rp1.9 triliun, APBD BintanRp600 miliar dan Tanjungpinang berjumlah Rp700 miliar memberikan dampak positif.

"Dari APBD inilah perekonomian Tanjungpinang bisa bergerak. Kalau kita mengharapkan sektor lain, sampai saat ini tidak ada," katanya.

 Dia menyebutkan, pada periode 2002, ekonomi Tanjungpinang masih dibantu dari sektor pariwisata yang menembus 200 ribu orang per tahun.

Dengan adanya sektor pariwisata saat itu, sektor UKM, ojek, dan usaha lainnya bergerak maju.

Hotel penuh, restoran ramai, toko-toko ramai. Pergerakan uang tunai, cepat dan jumlahnya cukup besar.Namun yang terjadi saat ini, jumlah uang yang beredar sudah terbatas.

Setahun kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang cuma 50 ribu jiwa. Sektor yang mengandalkan pariwisata sedang tiarap.

"Hotel saat ini bisa bertahan karena banyaknya kegiatan pemerintah.
Saya kira  jika tidak ada kegiatan pemerintah, bisa dikatakan Tanjungpinang mati suri," imbuh Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (Kepri) ini.

Dia menyebutkan, sedangkan di toko-toko di pasar, juga berhar PNS yang belanja. Jika dulu banyak pegawai swasta yang berbelanja, kini kondisi tersebut sudah berbalik
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5123 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas