Jumat, 6 Maret 2015

Perekonomian Ibukota Kepri hanya Tergantung APBD

Kamis, 3 Februari 2011 14:31 WIB

Perekonomian Ibukota Kepri hanya Tergantung APBD
Tribunnews Batam / Kaskus
Kota Tanjungpinang di Malam hari.

TANJUNGPINANG, TRIBUN - Perekonomian di Ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang saat ini dinilai mati suri. Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua mengatakan bahwa satu-satunya penggerak ekonomi Tanjungpinang hanya berasal dari sektor APBD.

Setidaknya nilai APBD Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan sebesar Rp3 triliun lebih mendorong perekonomian lebih baik.

"Tanpa APBD tiga daerah itu, Tanjungpinang seperti kota mati suri. Karena memang kondisi riilnya tidak bergairah lagi," ujar Rudi Chua, Selasa (1/2) di Gedung DPRD Kepri.

Menurut Rudi nilai APBD Kepri sebesar Rp1.9 triliun, APBD BintanRp600 miliar dan Tanjungpinang berjumlah Rp700 miliar memberikan dampak positif.

"Dari APBD inilah perekonomian Tanjungpinang bisa bergerak. Kalau kita mengharapkan sektor lain, sampai saat ini tidak ada," katanya.

 Dia menyebutkan, pada periode 2002, ekonomi Tanjungpinang masih dibantu dari sektor pariwisata yang menembus 200 ribu orang per tahun.

Dengan adanya sektor pariwisata saat itu, sektor UKM, ojek, dan usaha lainnya bergerak maju.

Halaman12
Editor: Dedy Suwadha
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas