Selasa, 25 November 2014
Tribun Batam

Perekonomian Ibukota Kepri hanya Tergantung APBD

Kamis, 3 Februari 2011 14:31 WIB

Perekonomian Ibukota Kepri hanya Tergantung APBD
Tribunnews Batam / Kaskus
Kota Tanjungpinang di Malam hari.
Laporan Patrick Nababan, Wartawan Tribun batam

TANJUNGPINANG, TRIBUN
- Perekonomian di Ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang saat ini dinilai mati suri. Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua mengatakan bahwa satu-satunya penggerak ekonomi Tanjungpinang hanya berasal dari sektor APBD.

Setidaknya nilai APBD Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan sebesar Rp3 triliun lebih mendorong perekonomian lebih baik.

"Tanpa APBD tiga daerah itu, Tanjungpinang seperti kota mati suri. Karena memang kondisi riilnya tidak bergairah lagi," ujar Rudi Chua, Selasa (1/2) di Gedung DPRD Kepri.

Menurut Rudi nilai APBD Kepri sebesar Rp1.9 triliun, APBD BintanRp600 miliar dan Tanjungpinang berjumlah Rp700 miliar memberikan dampak positif.

"Dari APBD inilah perekonomian Tanjungpinang bisa bergerak. Kalau kita mengharapkan sektor lain, sampai saat ini tidak ada," katanya.

 Dia menyebutkan, pada periode 2002, ekonomi Tanjungpinang masih dibantu dari sektor pariwisata yang menembus 200 ribu orang per tahun.

Dengan adanya sektor pariwisata saat itu, sektor UKM, ojek, dan usaha lainnya bergerak maju.

Hotel penuh, restoran ramai, toko-toko ramai. Pergerakan uang tunai, cepat dan jumlahnya cukup besar.Namun yang terjadi saat ini, jumlah uang yang beredar sudah terbatas.

Setahun kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang cuma 50 ribu jiwa. Sektor yang mengandalkan pariwisata sedang tiarap.

"Hotel saat ini bisa bertahan karena banyaknya kegiatan pemerintah.
Saya kira  jika tidak ada kegiatan pemerintah, bisa dikatakan Tanjungpinang mati suri," imbuh Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (Kepri) ini.

Dia menyebutkan, sedangkan di toko-toko di pasar, juga berhar PNS yang belanja. Jika dulu banyak pegawai swasta yang berbelanja, kini kondisi tersebut sudah berbalik
Editor: Dedy Suwadha

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas