• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Batam

Ponpes Hidayatullah Sememal Karimun Cetak Guru Sendiri

Kamis, 17 Februari 2011 17:55 WIB
Ponpes Hidayatullah Sememal Karimun Cetak Guru Sendiri
Tribunnews Batam / Rachta Yahya
Panti Asuhan dan Ponpes Hidayatullah Sememal Karimun.
Laporan Rachta Yahya Wartawan Tribunnews Batam


KARIMUN, TRIBUN- Tidak dapat dipungkiri, peranan pondok pesantren (ponpes) di dalam masyarakat sangat lah besar terutama dikalangan akar rumput. Mereka (ponpes) dengan cara mereka sendiri mampu sedikit-banyaknya membantu pemerintah dalam upaya pengentasan buta aksara.

Ponpes Hidayatullah, Sememal, Kelurahan Pasirpanjang, Kecamatan Meral misalnya, meski dalam perjalanannya, ponpes yang juga sekaligus menjadi panti asuhan ini tidak sedikit mengalami kendala dalam memutar roda perekonomian mereka, ternyata mampu menciptakan kader-kader yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi terutama dari sisi ilmu pengetahuan agama Islam.

Dan tidak mau muluk-muluk, harapan pihak panti asuhan/ponpes minimal menjadi tenaga pengajar untuk kalangan panti/ponpes sendiri.

"Alhamdulillah, anak-anak yang telah kita bina disini, telah mampu berbuat banyak, minimal menjadi tenaga pengajar pelajaran agama Islam untuk kalangan kita sendiri," ujar Syaifuddin, seorang pengasuh ponpes Hidayatullahak belum lama ini.

Saat ini, dikatakan Syaifuddin, panti/ponpes yang dirikan pada tahun 2003 tersebut, memiliki 10 dari 13 tenaga pengajar yang merupakan anak asuh panti/ponpes Hidayatullah sendiri. Mereka pada umumnya mengajar untuk pelajaran ilmu agama Islam. Sementara sisanya, sekitar 3 orang untuk ilmu pengetahuan umum direkrut dari luar.

Meski berada di daerah bagian ujung pulau Karimun, namun bukan berarti panti asuhan dan ponpes Hidayatullah fokus menerima anak-anak yatim, yatim piatu dan anak-anak kurang mampu di Kabupaten Karimun saja. Dari 55 orang santrinya, sebagian diantaranya merupakan anak-anak kurang beruntung dari daerah lainnya di Indonesia seperti Medan.

"Jumlahnya santri kita saat ini ada lebih kurang 40 orang di didik di sini (panti asuhan/ponpes, red) hingga tingkat pendidikan setara SMP, dan 15 orang lagi mengikuti pelajaran di luar panti atau pondok pesantren. Mereka pada kebanyak berasal dari Karimun tapi ada juga yang berasal dari daerah lain di Indonesia seperti Medan," terang Syaifuddin.

Walaupun tergolong banyak santri asuhan dan pengeluaran per bulannya rata-rata menghabiskan dana sekitar Rp 5 juta, Syaifuddin mengaku sampai sekarang, anak-anak dan pihak panti/ponpes tidak terbebani. Syaifuddin mengaku 95 persen santri tersebut tidak dipungut bayaran apapun.

"Syukur alhamudillah, bantuan Tuhan itu untuk kami selalu ada. Salah satunya ya dari bapak-bapak ini yang memberikan bantuan secara insidentil atau tiba-tiba. Lainnya kami alhamdulillah ada donatur bulanan," jelas Syaifuddin tersenyum.

Sementara dari sisi sarana dan prasarana, Syaifuddin mengatakan banyak terbantu dari pemerintah serta dermawan. Dan terbaru, pihak panti asuhan dan ponpes Hidayatullah mendapatkan bantuan alat-alat komputer yang sedikit-banyak mampu menolong santri belajar lebih efisien.

Berdasarkan pantauan Tribun belum lama ini, panti asuhan/ponpes Hidayatullah terletak cukup dekat dengan kaki bukit di Sememal, kelurahan Pasirpanjang, Kecamatan Meral. Untuk mencapainya, memakan waktu sekitar 20-30 menit perjalanan darat dari pusat kota Tanjungbalai Karimun.

Dari segi bangunan, panti/ponpes yang resmi dirikan pada tahun 2003 tersebut memiliki sekitar 6 bangunan yang telah terbuat dari semen dan sebuah lahan tanah yang cukup luas digunakan untuk arena bermain sepakbola warga panti/ponpes. Untuk penginapan, antara santri laki-laki dan perempuan dipisahkan. Dan uniknya, tempat penginapan santri perempuan meski berada dibagian belakang komplek tapi cukup nyaman karena dilalui sebuah anak sungai dengan airnya yang dingin.
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas