Sabtu, 22 November 2014
Tribun Batam

Karir Nanan Sukarna Menuju Wakapolri

Senin, 28 Februari 2011 13:32 WIB

Karir Nanan Sukarna Menuju Wakapolri
Tribunnews Batam / Istimewa
Komjen Nanan Sukarna jadi Wakapolri.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor STR/159/II/2011, tanggal 28 Februari 2011, Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri memilih Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Nanan Sukarna menjadi Wakil Kepala Polri, menggantikan Komjen Pol Yusuf Manggabarani yang memasuki masa pensiun.

Dijadwalkan, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo memimpin upacara serah terima jabatan Wakapolri ini di Mabes Polri pada Selasa (1/3/2011).

Terpilihnya Nanan, sekaligus menjawab perdebatan para pengamat soal sejumlah nama calon Wakapolri. Calon Wakapolri yang selama ini ramai disebut, diantaranya Kepala Baharkam Komjen Pol Fajar Prihantoro, Kepala Lemdikpol Komjen Pol Imam Sujarwo, Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Komjen Pol Gories Mere, dan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Oegroseno.

Menurut Presidium Independent Police Watch (IPW) Neta S Pane, posisi Wakapolri ini terbilang strategis dan menjadi topik hangat di Komisi III DPR, lantaran Kapolri Jenderal Timur Pradopo akan pensiun pada 2013. Sementara itu, setahun setelahnya akan ada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.

Namun, Polri berkali-kali membantah pemilihan Wakapolri dapat diintervensi pihak luar. Polri menegaskan, bahwa pemilihan Wakapolri tak seperti pemilihan Kapolri yang menjadi hak presiden, pemilihan Wakapolri sepenuhnya hasil pertimbangan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri.

Nanan Sukarna adalah lulusan Akademisi Kepolisian (Akpol) angkatan 1978 dan pernah menjabat Wakapolda Metro Jaya pada 2003-2004.

Selanjutnya, suami Yatty Suprapti ini diangkat menjadi Kapolda Kalbar. Di sana dia sempat membuat gebrakan dengan memasangkan pin Anti KKN bagi setiap anggota Polda Kalbar.

Setelah di Kalbar, Nanan menjadi staf ahli Kapolri bidang sosial politik. Cukup lama sebagai staf ahli, pada 2008 Nanan diberi tanggung jawab sebagai Kapolda Sumut.

Hingga kemudian pada Februari 2009, dia dimutasi kembali ke Mabes Polri sebagai staf ahli, karena tersandung demo maut di Sumut, yang berbuntut meninggalnya Ketua DPRD Sumut Azis Angkat.

Hanya beberapa bulan menjadi staf ahli, Nanan kembali mendapatkan posisi strategis yaitu Kadiv Humas, pada Juni 2009. Sebagai humas, di tengah isu perseteruan KPK dan Polri, Nanan sempat muncul di televisi dengan memakai pita hitam, yang merupakan lambang mendukung KPK. Dia beralasan, polisi juga ikut mendukung keberadaan KPK, karena 120 anggota polisi bertugas di sana.

4 Januari 2010, Nanan Sukarna dilantik sebagai Irwasum menggantikan Yusuf Manggabarani, yang naik menjadi Wakapolri saat itu.
Editor: Dedy Suwadha
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas