Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Batam

Segera Hadir SPBE Khusus LPG Tabung 3 Kilo di Kabil

Kamis, 10 Maret 2011 17:30 WIB

Segera Hadir SPBE Khusus LPG Tabung 3 Kilo di Kabil
tribunnews batam / istimewa/net
SPBE LPG Tabung 3 Kilogram

Laporan Rio Batubara Wartawan Tribunnews Batam 


BATAM, TRIBUN – Tingginya nilai jual minyak dunia membuat gas elpiji dilirik sebagai komoditas penting untuk memenuhi kebutuhan energi. Dari sisi bisnis, gas elpiji memiliki pasar yang berkembang secara dinamis.


Ditambah lagi Indonesia sebagai salah satu penghasil gas alam terbesar di dunia. Hal ini diungkapkan Zikri Kudsi, Dirut PT. Putra Kelana Selaras Permai (PKSP) dalam peresmian Stasiun pengisian gas elpiji SPBE PT. PKSP, Kamis (10/3).


Peresmian ini di hadiri oleh Yudi Yanurwinda selaku Manager Gas Domestik Region I, Candra selaku kepala Dinas Kesehatan Batam, beserta tamu undangan lainnya.

 

Lebih Jauh Zikri Kudsi menuturkan Gas elpiji adalah bisnis masa depan tak hanya menguntungkan dari sisi bisnis namun juga ramah lingkungan dibanding dengan energi lainnya.


“Meski masih banyak tabung gas yag meledak namun hal itu tidak mengurungkan niat pengusaha untuk tetap berinvestasi. Asalkan konsisten gas elpiji akan menguntungkan apalagi Indonesia penghasil gas terbesar di dunia,”ujarnya kepada Tribun di sela-sela peresmian.

 

Terletak di Jalan Pattimura, Kabil Timur, PT. PKSP membangun SPBE seluas enam ribu hektar. Stasiun ini merupakan SPBE kedua yang dibangun di wilayah  Batam dengan kapasitas penampungan gas hingga 60 ton.


“ Butuh waktu 1,5 tahun untuk membangun SPBE. Alhamdulilah sebentar lagi bisa beroperasi,”ungkapnya.


Untuk sementara SPBE milik PT PKSP ini hanya menjual gas elpiji 3 Kg. “Ke depan apabila pelayanan kami bagus, tentunya SPBE kami akan naik peringkat. Kami fokuskan untuk gas elpiji 3 kg  dulu lah mengingat pangsa pasarnya masih luas,”ungkapnya.

 

Hal diamini oleh M. Iman Ashari, Sales Reprenstatif  Pertamina Batam, apabila pelayanan SPBE ini baik dan dapat mendorong masyarakat untuk membeli gas Elpiji, maka akan mudah untuk naik peringkat.


“Sekarang tergantung bagaimana pelayanan SPBE ini. Diperlukan manajemen yang baik untuk naik peringkat,” imbuhnya. Saat ini kebutuhan gas elpiji Kepri baik itu untuk tabung 12 kg, 50 kg dan 93 kg mencapai 105 ton per hari. “Khusus untuk tabung  3 Kg di Batam mencapai 30 hingga  35 ton perhari. Tentunya ini jumlah yang cukup besar dan akan semakin bertambah seiring dengan penggunaan  tabung gas 3 kg,” terangnya.

 

Kehadiran SPBE akan mempercepat konversi minyak tanah ke gas elpiji “ Sejak tahun 2010 konversi minyak tanah ke gas Elpiji sukses 100 persen. Kalo pun ada minyak tanah yang beredar, itu bukan minyak tanah bersubsidi lagi. Untuk menjaga stok gas elpiji tetap terjaga, dibutuhkan hadirnya SPBE seperti ini,”jelasnya.


Tak hanya itu saja SPBE akan memangkas rantai waktu pengisian gas untuk Agen. “Hal ini akan menghindari terjadinya penumpukan. Distribusi gas elpiji ke masyarakat pun dapat berjalan dengan lancar.”katanya.

 

Iman menjelaskan sistem penjualan SPBE ini berbeda dengan sistem penjualan SPBU. Hanya agen yang terdaftar di Pertamina yang dapat membeli di SPBE.


 
“ Jadi hanya agen Pertamina saja yang dapat membeli gas di sini, bukan masyarakat umum. Saat ini terdapat 14 agen resmi yang terdaftar di Pertamina,”tutupnya.
Editor: Dedy Suwadha

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas