A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Konjen RI di Malysia Selalu Titipkan Korban ke Batam - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribun Batam

Konjen RI di Malysia Selalu Titipkan Korban ke Batam

Sabtu, 12 Maret 2011 11:57 WIB
Laporan Kartika Kwartya, wartawan Tribun batam

BATAM, TRIBUN-
Berdasarkan data yang dimiliki Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Batam,terjadi penurunan angka kasus trafficking sejak tahun 2008 lalu. Namun demikian bukan berarti kasus trafficking yang sesungguhnya berkurang.

"Secara berangsur terjadi penurunan, yaitu pada tahun 2008 sebanyak 213 korban, 2009 158, dan 2010 18 kasus. Di 2010 terakhir bulan Mei. Selebihnya tidak ada," kata Kasubid Perlindungan Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Batam, Maudy Vera Mentang, Sabtu (11/03/2011).

Namun penurunan angka tersebut tidak bisa dijadikan kesimpulan bahwa kasus trafficking di Batam. Karena kasus seperti ini tak hanya ditangani BPP tapi juga instansi lain seperti Dinas Sosial dan Pemakaman.

Menurutnya, kasus-kasus yang ditangani BPP merupakan limpahan korban trafficking dari Konjen RI di Malaysia. Setiap kali ada pemulangan TKI dari Malaysia, BPP akan menjemput untuk kemudian dititipkan di shelter.

"Selama di shelter kita akan memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Tapi kita hanya bisa menampung selama tujuh hari. Setelah itu kita pulangkan ke daerahnya masing-masing," paparnya.

Sebelum dipulangkan, BPP juga akan memberikan pembinaan melalui pelatihan-pelatihan keterampilan. Sehingga para perempuan yang menjadi korban ini siap untuk kembali ke masyarakat dan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

Keterampilan yang diberikan misalnya menjahit, salon, memasak dan lainya. Selain itu juga diberikan pelatihan moral berupa budi pekerti.

Ia memaparkan bahwa sebagian besar perempuan ini menjadi korban trafficking karena tergiur gaji yang tinggi dengan pekerjaab yang menjanjikan.
Editor: Purwoko
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5929 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas