Sabtu, 5 September 2015

Bapak Cabuli dan Perkosa Anak Kandung Sejak SD

Selasa, 22 Maret 2011 02:16

KARIMUN, TRIBUNNEWS - Sekilas dari luar, Vi (23), tak ubahnya macam anak-anak gadis lain yang tengah ceria-ceria dan menikmati masa mudanya. Tidak ada tampak kegundahan dari raut mukanya. Tapi siapa sangka, jauh dari lubuk hatinya, selama kurang lebih 15 tahun, sulung dari 7 bersaudara itu tengah menahan penderitaan batin.

Vi, saat dijumpai Tribunnews.com di Mapolsek Tebing, Senin (21/3/2011) mencurahkan isi hatinya. Vi memendam kebencian terhadap Ja (52), yang tak lain bapak kandungnya sendiri.

Dihadapan Kanit Reskrim Polsek Tebing, Ipda Edward menuturkan kebejatan bapaknya sejak ia masih berumur 3 tahun atau saat dirinya masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Sejak usia bocah itu, Vi mengatakan dirinya telah dicabuli bapaknya dengan menusuk-nusuk kemaluannya dengan jari-jari tangannya.

Saat dirinya beranjak remaja, berusia 18 tahun atau saat telah duduk dibangku sekolah menengah kejuruan (SMK) di Tanjungbalai Karimun, Vi menduga bapaknya itu akan berubah tapi ternyata tidak sama sekali. Kali ini lebih tragis, tingkah bapaknya semakin menjadi-jadi. Jika sewaktu kecil dirinya dicabuli, remaja Vi mengaku disetubuhi Ja dibawah tekanan dan ancaman.

"Kalau tak saya layan, saya dipukul, diterajang (tendang, red). Setiap usai berhubungan saya pasti ancam dibunuh atau diancam akan dituduh merusak keharmonisan rumah tangga bapak dan mamak kalau saya cerita sama siapa pun. Jujur, saya memendam rasa benci sama bapak," tutur Vi lirih.

Karena ancaman itu, Vi juga mengaku tidak berani menyelamatkan dirinya dengan kabur dari rumah. Selain takut, Vi juga mengaku sedih jika teringat mamaknya.

"Saya tak bisa lari. Jangankan kabur, setiap kali saya terlambat pulang saja, bapak pasti cari dan marah-marah," terangnya.

Halaman123
Editor: Dedy Suwadha
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas