A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Bapak Cabuli dan Perkosa Anak Kandung Sejak SD - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Batam

Bapak Cabuli dan Perkosa Anak Kandung Sejak SD

Selasa, 22 Maret 2011 02:16 WIB
Laporan Rachta Yahya Wartawan Tribunnews Batam

KARIMUN, TRIBUNNEWS
- Sekilas dari luar, Vi (23), tak ubahnya macam anak-anak gadis lain yang tengah ceria-ceria dan menikmati masa mudanya. Tidak ada tampak kegundahan dari raut mukanya. Tapi siapa sangka, jauh dari lubuk hatinya, selama kurang lebih 15 tahun, sulung dari 7 bersaudara itu tengah menahan penderitaan batin.

Vi, saat dijumpai Tribunnews.com di Mapolsek Tebing, Senin (21/3/2011) mencurahkan isi hatinya. Vi memendam kebencian terhadap Ja (52), yang tak lain bapak kandungnya sendiri.

Dihadapan Kanit Reskrim Polsek Tebing, Ipda Edward menuturkan kebejatan bapaknya sejak ia masih berumur 3 tahun atau saat dirinya masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Sejak usia bocah itu, Vi mengatakan dirinya telah dicabuli bapaknya dengan menusuk-nusuk kemaluannya dengan jari-jari tangannya.

Saat dirinya beranjak remaja, berusia 18 tahun atau saat telah duduk dibangku sekolah menengah kejuruan (SMK) di Tanjungbalai Karimun, Vi menduga bapaknya itu akan berubah tapi ternyata tidak sama sekali. Kali ini lebih tragis, tingkah bapaknya semakin menjadi-jadi. Jika sewaktu kecil dirinya dicabuli, remaja Vi mengaku disetubuhi Ja dibawah tekanan dan ancaman.

"Kalau tak saya layan, saya dipukul, diterajang (tendang, red). Setiap usai berhubungan saya pasti ancam dibunuh atau diancam akan dituduh merusak keharmonisan rumah tangga bapak dan mamak kalau saya cerita sama siapa pun. Jujur, saya memendam rasa benci sama bapak," tutur Vi lirih.

Karena ancaman itu, Vi juga mengaku tidak berani menyelamatkan dirinya dengan kabur dari rumah. Selain takut, Vi juga mengaku sedih jika teringat mamaknya.

"Saya tak bisa lari. Jangankan kabur, setiap kali saya terlambat pulang saja, bapak pasti cari dan marah-marah," terangnya.

Peristiwa memilukan itu, dikatakan Vi selalu menimpanya setiap kali Ja sekembali dari melaut pada subuh hari dikediamannya di Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing. Dan saat adik-adiknya masih tertidur serta mamaknya sudah berangkat pergi kerja membantu tukang bakso sekitar pukul 3 dini hari.

Kesedihan dan rasa geram juga diungkapkan, Nr (39), mamak Vi. Kepada media dan dihadapan penyidik Polsek Tebing mengaku hatinya hancur mengetahui perbuatan bejat yang dilakukan suaminya itu terhadap anak kandungnya sendiri itu.

Bahkan saking kesal dan marahnya, Nr meminta penyidik untuk memberikan hukuman seberat-beratnya kepada laki-laki yang telah dinikahinya lebih kurang 25 tahun itu. Nr juga mengaku dirinya tidak sudi lagi berhubungan dengan Ja kedepannya.

"Hati saya hancur pertama kali mendengar pengakuan anak saya itu. Kalau dirinya telah disetubuhi bapak kandungnya sendiri sejak puluhan tahun lalu. Saya ingin dia (Ja, red) diberi hukuman seberat-beratnya. Saya tidak mau jumpa dengannya. Biar lah saya sendiri yang akan mengasuh dan mendidik anak saya dengan benar," kata Nr dengan nafas tersengal-sengal menahan emosi.

Di kesempatan lain di Mapolsek Tebing, Ja mengaku dirinya khilaf atas perbuatan itu dan mengaku kasihan dengan putri sulungnya tersebut.

"Tapi bagaimana pak, setiap kali saya hendak ingin berhubungan badan, istri saya sudah pergi kerja. Sementara kebutuhan biologis saya memuncah," kata Ja membela diri.

Meski begitu, pria yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai nelayan itu membantah dirinya melakukan pemukulan atau ancaman pembunuhan setiap kali Vi menolak permintaannya untuk berhubungan badan.

"Kalau ancam saya usir dan akan saya tuding sebagai perusak hubungan bapak sama mamaknya, memang saya akui tapi kalau saya pukul setiap kali ia menolak atau saya ancam akan saya bunuh kalau dia cerita sama siapa pun perihal hubungan kami itu, itu tidak benar," ucapnya.

Dikatakan Vi, terbongkarnya rahasia kebejatan Ja terhadap dirinya setelah mamaknya, Nr menemukan pil tuntas dan pil kintamani, yang diduga obat pembersih kandungan didalam kantong plastik hitam dibawah kolong tempat tidurnya, sekitar 3 hari lalu.

Setelah didesak, Vi mengaku obat-obatan itu diperolehnya dari Ja, bapaknya sendiri untuk antisipasi Vi hamil. Vi juga mengaku, di Maret ini saja, Ja telah menggaulinya sebanyak 3 kali.

"Obat itu sering dibelikan bapak untuk saya. Tidak satu bungkus tapi sampai berkotak-kotak. Saya tidak tahu untuk apa kegunaannya tapi bapak maksa saya untuk meminumnya hampir tiap bulan," terang Vi polos.

Tidak terima, Nr kemudian langsung membuat laporan ke Polsek Tebing kemarin. Dan Ja pun diamankan saat tengah berada di sebuah konter di daerah Puakang, Kecamatan Karimun sekitar pukul 11:00.

"Saat ini Ja sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara junto Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun penjara," kata Kapolsek Tebing, AKP Rimsyahtono Sik melalui Kanit Reskrim, Ipda Edward kemarin.

Dan sebagai tambahan barang bukti, Edward mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu hasil visum dokter terhadap dirinya korban. Selain itu polisi juga menyita pakain dalam milik Vi sebagai barang bukti.
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
6141 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas