Finance
BEI Batam : Pasar Modal Juga Untuk Wanita
Pasar Modal Juga Untuk Wanita
BATAM, TRIBUN- Investasi yang kerap identik dengan dunianya para pria, kini sudah tidak berlaku. Bursa Efek Indonesia cabang Batam akan mengadakan program woman and investation dalam menyambut hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2011 mendatang. Kegiatan yang dilakukan serentak di 14 PIPM seluruh Indonesia atau nasional ini akan memberikan edukasi publik kepada kaum hawa ini tentang seluk beluk pasar modal.
Dalam kunjungannya ke kantor harian pagi Tribun Batam, Marco Kawet selaku Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Cabang Batam beserta perwakilan dari beberapa sekuritas yang ada di Batam menyebutkan jika pasar modal merupakan salah satu investasi yang bagus saat ini hingga beberapa waktu ke depan.
"Di Batam sendiri saat ini sudah ada 7 perusahaan sekuritas di Batam, dan akan bertambah selanjutnya. Sementara informasi tentang pasar modal ini masih sedikit sekali kepada masyarakat luas. Masyarakat masih sering terpengaruh isu-isu pasar modal, seperti inflasi. Yang sifatnya bukan fundamental dari pasar modal itu sendiri. Untuk itu perlu edukasi serta media partner yang tepat untuk membantu kami menginformasikan kepada masyarakat," ucap Marco, Senin (28/3) malam.
Kepada tribun pria ini juga menyebutkan gejolak pasar yang terjadi banyak disebabkan oleh paradigma yang salah. Hingga menyebabkan Indonesia cuma bisa menjadi penonton saja di negaranya sendiri, terbukti sampai saat ini kepemilikan saham 65 persennya adalah pihak asing.
"Kita belum menjadi tuan rumah, akhirnya apa bisa jadi drop. Bukti paling nyatanya, saat Tsunami menyerang Jepang investor negara sakura ini banyak yang mengambil dana mereka dari sini. Akhirnya kita bisa drop. Jadi kita benar-benar bekerja keras untuk menginformasikan sekali tentang pasar modal," tambahnya lagi.
Menurut Marco, masyarakat Kepri kebanyakan berinvestasi secara konservatif di perbankan berbentuk tabungan atau deposit. Padahal jika bermain di pasar modal dengan membeli saham atau reksa dana, pengembaliannya bisa lebih besar. Ditanyai mengenai resiko, ditegaskannya setiap investasi pasti memiliki resiko, namun akan menjadi tidak beresiko jika kita mengetahui apa yang kita lakukan.
Dengan adanya edukasi publik melalui media diharapkan masyarakat, khususnya wanita tidak menganggap investasi di pasar modal rumit. Apalagi terhadap kaum wanita, karena sekarang ini justru di beberapa negara maju lainnya misalkan Singapura para pemain saham adalah kalangan wanita seperti ibu rumah tangga dan lainnya.