Kesehatan

RSUD Embung Fatimah Layaknya Seperti Losmen

RSUD dengan anggaran Rp 76 miliar

RSUD Embung Fatimah Layaknya Seperti Losmen
tribunnewsbatam/ nazarudin napitu
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Pemerintah Kota Batam baru saja meresmikan gedung baru RSUD Embung Fatimah pada 30 Mei 2011 lalu. Namun ternyata masih banyak hal dari segi bangunan yang menjadi sorotan DPRD Batam.

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho menyebutkan bangunan RSUD dengan anggaran Rp 76 miliar ini tidak bisa dikatakan sebuah rumah sakit. Karena banyak fasilitasnya yang tidak mendukung kemudahan akses proses medik.

"Tidak setperti layaknya rumah sakit. Malah bentuknya seperti hotel atau losmen," kata anggota Komisi IV lain, Rusmini Simorangkir menyambung pernyataan Udin sebelumnya.

Poin-poin yang menjadi perhatian antara lain tidak adanya tangga umum untuk akses pengunjung rumah sakit. Sementara lift yang tersedia hanya satu unit (dua pintu) yang digunakan secara bersama untuk pengunjung dan pasien.

"Seharusnya di samping lift ini ada tangga. Sehingga ketika lift penuh antrian, orang punya akses alternatif. Dan lift ini," kata Udin ketika sidak ke RSUD Sabtu (4/6/2011).

Selain itu juga tidak ada akses alternatif untuk pasien dari poliklinik dan UGD ke ruang rawat inap. Akses yang ada hanya melalui lift dari lantai 2, yang harus melewati ruangan rawat inap.

Jika lift penuh maka pasien harus dibawa dari luar UGD di lantai 1 menuju ke Instalasi Rawat Inap di gedung sebelah. Sedangkan akses di luar tidak ada jalan atau selasar yang bisa melindungi pasien dari hujan misalnya.

"Seharusnya tidak boleh membawa pasien melewati ruang perawatan. Tapi belum ada akses lainnya," kata perawat UGD, Hamiko Rivai.

Masalah lain yang terungkap yaitu bentuk jendela di ruang rawat inap yang kurang aman, karena bentuk dan posisinya yang memungkinkan dilewati orang.

"Kalau seperti ini jendelanya pasien bisa lompat. Belum lagi bahaya bagi anak-anak. Seharusnya jendela yang di atas yang dibuka tutup. Kalau seperti ini bahaya," papar Rusmini.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dedy Suwadha
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help