Rabu, 26 November 2014
Tribun Batam

Fadhilla Ratna Dumila Mallarangan Resmi Jabat Direktur RSUD Embung Fatimah

Selasa, 7 Juni 2011 22:56 WIB

Fadhilla Ratna Dumila Mallarangan Resmi Jabat Direktur RSUD Embung Fatimah
tribunnewsbatam/ nyonk
Fadhilla Ratna Dumila Mallarangan, Direktur RSUD Embung Fatimah
Laporan Kartika Kwartya, wartawan Tribunnews Batam


TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM
- Fadhilla Ratna Dumila Mallarangan, Direktur RSUD Embung Fatimah mengaku perlu dua sampai tiga hari untuk memahami kondisi riil di internal RSUD Batam. Ia akan membahas hal ini bersama komite medik, manajemen rumah sakit, pelaksana profesional dan koordinator spesialis di rumah sakit ini.

"Bukan saya tidak punya program. Hanya saja tidak mungkin saya berbicara sebelum saya memahami betul kondisi di dalam. Oleh karena itu saya butuh 2-3 hari konsolidasi internal untuk melihat prioritas mana yang akan dilakukan," kata Fadhilla usai dilantik di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (7/6/2011).

Setelah permasalahan internal ia kuasai, baru kemudian ia menyusun rencana ke depan untuk mengelola rumah sakit tersebut. Adapun perbaikan yang akan dilakukan yaitu perbaikan kualifikasi tenaga medis dan perbaikan pelayanan di RSUD tersebut.

Fadhilla membantah isu yang menyebutkan bahwa ia menjanjikan bawa dua dokter spesialis dari Natuna untuk RSUD Batam. Karena menurutnya yang mengalokasikan dokter-dokter yaitu dari Kementerian Kesehatan, bukan dirinya.

Tugasnya sebagai Direktur RSUD hanyalah memfasilitasi dan menginformasikan kondisi Batam kepada para dokter. Untuk komunikasi awal ini, ia mengaku tidak akan terlalu banyak membahas soal insentif.

Ia akui sudah ada beberapa dokter dari Sumatera Utara yang mengajukan permohonan masuk ke RSUD Batam.

"Tidak ada saya ajak dokter dari Natuna ke sini. Mereka yang mengajukan dan jika memenuhi persyaratan administrasi dan medik dari pemerintah yang menentukan. Kita tidak ada menjanjikan apa-apa. Tidak boleh janji-janji," ujar dokter kelahiran Ujungpandang, September 1958 ini.

Wanita yang berprofesi sebagai dokter gigi ini sudah memiliki banyak pengalaman kerja baik di pemerintahan. Mulai dari tingkat Puskesmas di Kotamadya Makassar, di Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda dan Kepala Bappeda Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.

Isteri dari Andy Zulkifli ini juga pernah menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Natuna, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna. Fadhilla juga pernah menjadi Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Organisasi Sosial dan Politik Kementerian Pemberdayaan Perempuan.

Selain itu, ibu tujuh orang anak ini juga pernah mengisi materi sebagai dosen pada Akademi Perawat Dr.Soetomo Surabaya.

Meski sudah melanglang buana dengan setumpuk jabatan yang pernah diembannya, Fadhilla akhirnya memilih Batam sebagai tempatnya berkarya. Alasan utama ia memilih Batam karena ikut suami.

"Alasan saya karena ikut suami. Suami saya memang orang sini, Tanjungpinang. Jadi, karena status saya waktu itu pegawai pusat yang diperbantukan Natuna, maka saya harus kembali ke Jakarta dulu sebelum dipindahkan ke sini (Batam)," cerita Fadhilla.

Wakil Wali Kota Batam, Rudi memberikan waktu enam bulan kepada Direktur RSUD yang baru dilantik untuk menunjukkan kinerjanya. Rudi yang melantik Fadhilla berharap agar ada perubahan dalam pelayanan RSUD ke depannya.

Tugas Direktur baru yang dipesankan oleh Rudi yaitu bagaimana membuat kenyamanan pada masyarakat yang berobat ke RSUD.

"Tugasnya segera benahi RSUD. Saya ingin ada perubahan dalam pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan harus ditingkatkan. Dalam enam bulan ini silakan dijalankan. Kita akan evaluasi kembali. Kalau tidak ada perubahan bisa jadi diganti. Tidak ada yang tidak mungkin," tegas Rudi.
Editor: Dedy Suwadha

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas