Jumat, 6 Maret 2015

Menuju Mandiri di Waktu Tua

Kamis, 7 Juli 2011 09:23 WIB

TRIBUNNEWSBATAM.COM, JAKARTA -Masa tua bahagia yang diidamkan banyak orang adalah bisa bermain dengan cucu dan mampu mengerjakan segala sesuatu secara mandiri. Pikun, pelupa, tidak bersemangat, sering bertanya hal yang sama, dan harus meminta bantuan orang lain adalah sederet momok masa tua yang tersandera penyakit demensia.

Penurunan fungsi kognitif otak bisa dihindari dengan memulai investasi kesehatan sejak masa janin, anak-anak, remaja, dan dewasa. Prof Tri Budi W Rahardjo dari Pusat Penelitian Lanjut Usia Universitas Indonesia (UI) menyatakan, apa yang terjadi pada masa tua tak dapat dipisahkan dari asupan gizi, keharmonisan keluarga, aktivitas mengasah otak/pendidikan, dan olahraga yang dijalani seseorang sejak awal kehidupannya.

Hasil penelitian UI bersama Universitas Loughborough Inggris tahun 2006-2011 menunjukkan, kaum lanjut usia (lansia), yakni mereka yang berusia 65 tahun ke atas, di Jakarta memiliki persentase demensia lebih rendah (2,2 persen) daripada warga Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, (6 persen) dan Citengah, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, (6 persen).

Diduga, hal ini karena sebagian warga Jakarta berpendidikan lebih tinggi dan kehidupan lebih aktif. ”Otak orang di kota lebih distimulasi berbagai aktivitas yang merangsang untuk bekerja. Jadi cenderung tak mengalami gangguan kognitif di usia lanjut,” kata dia.

Tri Budi mengatakan bahwa penyakit demensia yang sebagian besar diidap kaum lansia sebenarnya bisa dicegah sejak dini. ”Mempersiapkan menjadi lansia yang sehat, salah satunya tidak demensia, harus dimulai dari dalam rahim. Yaitu, dengan kecukupan gizi ibu,” ujarnya.

Selanjutnya, pada usia anak-anak, remaja, dan dewasa tercukupi kebutuhan gizinya, rajin berolahraga, serta memiliki kebiasaan membaca, bermain catur, atau mengisi teka-teki silang.

Menurut Tri Budi, gizi berkaitan dengan perkembangan sel otak. Olahraga menyebabkan peredaran darah lancar sehingga mampu menyalurkan zat-zat yang dibutuhkan otak. Sementara itu, bermain catur atau aktivitas yang membutuhkan daya ingat akan membantu menstimulasi otak untuk beraktivitas.

Halaman1234
Editor: Sihat Manalu
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas