• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Batam

SPSI Demo Tolak Kenaikan Tarif Air ATB

Kamis, 28 Juli 2011 15:43 WIB
Laporan Kartika Kwartya, wartawan Tribunnews Batam

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-
"Tidak ada pembahasan-pembahasan, tidak ada perubahan-perubahan, tidak ada libat-melibatkan. Yang ada hanya pembatalan," kata Setia Tarigan dari SPSI dalam orasinya di depan kantor DPRD Kota Batam, Kamis (28/7/2011).

Ini merupakan kali kedua aliansi serikat pekerja berdemo menolak kenaikan tarif air ATB. Pada demo sebelumnya, Rabu (20/7/2011) lalu, pekerja meminta Wali Kota dan DPRD Batam membuat pernyataan tertulis yang isinya menolak kenaikan tarif air.

Pekerja tidak ingin pembahasan-pembahasan yang dilakukan dewan perwakilan rakyat hanya akan dijadikan alat untuk mendapatkan keuntungan. Bukan benar-benar untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

"Karena kalau sudah ada pembahasan nanti air pun mengalir di bawah kursi. Seperti yang terjadi di restoran Kazu," kata Setia.

Ketua SPSI Batam, Syaiful Badri mengatakan bahwa pekerja tahu adanya upaya suap oleh pimpinan ATB kepada pimpinan dewan berdasarkan cerita yang disampaikan oleh Wakil Ketua I, Ruslan Kasbulatov.

"Kami berani mengatakan bahwa Ketua Surya Sardi, Wakil Ketua Zainal Abidin dan Aris Hardy Halim terlibat karena Pak Ruslan juga menyebutkan nama-namanya. Di hadapan beberapa teman pekerja dan ada polisi juga," kata Syaiful.

Setelah berorasi cukup panjang, akhirnya Ketua Komisi III Jahuin Hutajulu menemui pendemo. Sebelum Jahuin menyampaikan kata-katanya, pekerja terlebih dulu membacakan pernyataan sikapnya.

Adapun isi pernyataan sikap SPSI dan aliansi serikat pekerja terkait yaitu menolak dengan tegas kenaikan tarif air 2011 dan rencana revisi yang akan dilakukan BP Batam. Kedua meminta dengan tegas kepada Kepala BP Batam untuk membatalkan kenaikan tarif air.

Ketiga meminta Wali Kota dan Ketua DPRD untuk membuat pernyataan resmi menolak kenaikan tarif air. Buat tindakan nyata dan tidak saling melempar tanggung jawab.

Tuntutan keempat yaitu minta Kejaksaan Negeri usut tuntas upaya suap yang dilakukan pimpinan ATB terhadap anggota dewan.

"Kami akan tetap melakukan aksi unjuk rasa jika tidak ada tanggapan. Selain itu kami minta seluruh masyarakat untuk sama-sama menolak kenaikan tarif air," kata Setia.

Syaiful Badri menambahkan bahwa kenaikan tarif air ini akan meningkatkan kebutuhan hidup layak (KHL) masyarakat.

"KHL naik karena kenaikan tarif air. Kalau sampai UMK tidak sama dengan KHL, kami bukan mengancam tapi pasti akan rusuh. Karena ini adalah janji," kata Syaiful.

Menjawab hal ini, Jahuin Hutajulu mengatakan bahwa sejak awal Komisi III dan DPRD umumnya menolak kenaikan tarif air ATB. Dengan alasan karena sejak awal DPRD tidak pernah diajak membahas kenaikan tarif.

"Kami sudah dua kali RDP. Sikap Komisi III tetap konsisten menolak. Minggu depan akan RDP, kami undang juga teman-teman dari serikat untuk mendengarkan. Supaya kami juga tidak dituduh macam-macam," kata Jahuin.

Seharusnya, kata Jahuin, DPRD dilibatkan agar diketahui kenapa kenaikannya harus enam persen. Apa saja yang menjadi alasan atau dasar kenaikan tarif.

Dalam RDP lalu, lanjut Jahuin, Komisi III sudah mempertanyakan juga tentang masih adanya stres area yang belum diselesaikan.

Rencana RDP kembali justru ditanggapi pertanyaan balik oleh pekerja.

"Tanggal 1 ini sudah naik tarifnya. Kalau minggu depan baru dibahas, mau apa lagi," celetuk seorang pekerja.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Nuryanto mengatakan bahwa sejak awal fraksinya menolak rencana kenaikan tarif ini. Karena rencana kenaikan ini tidak tepat waktu.
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
9751 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas