Selasa, 3 Maret 2015

Foto-foto SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur

Senin, 8 Agustus 2011 22:19 WIB

Foto-foto SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur - SMP_28_Batam_Belajar_Diluar_Nyonk_(72).jpg
tribunnewsbatam/ nyonk
SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur
Foto-foto SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur - SMP_28_Batam_Belajar_Diluar_Nyonk.jpg
tribunnewsbatam/ nyonk
SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur 2
Foto-foto SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur - SMP_28_Batam_Belajar_Diluar_Nyonk_(10).jpg
tribunnewsbatam/ nyonk
SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur 3
Foto-foto SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur - SMP_28_Batam_Kunjungan_Wagub_Nyonk_(13).jpg
tribunnewsbatam/ nyonk
SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur 4

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- "Ini ungkapan isi hati siswa-siswi SMP 28 Pak. Semoga Bapak bisa membantu kami," kata Isti Muthmainah kepada Wakil Wali Kota Batam, Rudi, ketika meninjau ke lokasi, Senin (8/8/2011).

Isti menyerahkan sekitar 200 surat yang isinya ungkapan hati siswa-siswi SMPN 28 Batam Kota tentang kondisi mereka selama ini. Sejak dibangun tahun 2008 lalu, sekolah ini selalu mengalami banjir ketika hujan deras mengguyur Kota Batam.

Karena lokasinya berada di tengah cekungan yang menampung aliran air dari sekitarnya. Ditambah tidak adanya saluran besar yang bisa membantu keringkan genangan air.

"Isi surat saya menyampaikan kalau kami sering kebanjiran setiap hujan deras. Sampai tidak bisa belajar tenang. Saya juga menanyakan apa Pemko tidak bisa membantu apa-apa untuk kami. Biar sekolah kami nggak kebanjiran lagi," kata siswi kelas 3A tersebut.

Seperti yang terjadi Senin, akibat hujan deras yang mengguyur Batam sehari sebelumnya, seluruh siswa terpaksa diungsikan kegiatan belajarnya.

Lebih dari 100 siswa kelas 1 yang terdiri dari empat lokal belajar di tenda depan sekolah. Siswa kelas 2 di masjid lingkungan perumahan. Dan siswa kelas 3 tetap belajar di dalam kelas, tepatnya di lantai dua gedung sekolah.

"Siswa kelas 1 dan 2 belajar di luar karena jalan masuk ke kelas ditutupi lumpur dan banjir," kata seorang guru Isel Sariadi.

Halaman12
Editor: Dedy Suwadha
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas