• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Batam

Foto-foto SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur

Senin, 8 Agustus 2011 22:19 WIB
Foto-foto SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur - SMP_28_Batam_Belajar_Diluar_Nyonk_(72).jpg
tribunnewsbatam/ nyonk
SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur
Foto-foto SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur - SMP_28_Batam_Belajar_Diluar_Nyonk.jpg
tribunnewsbatam/ nyonk
SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur 2
Foto-foto SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur - SMP_28_Batam_Belajar_Diluar_Nyonk_(10).jpg
tribunnewsbatam/ nyonk
SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur 3
Foto-foto SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur - SMP_28_Batam_Kunjungan_Wagub_Nyonk_(13).jpg
tribunnewsbatam/ nyonk
SMP 28 Batam Kembali Diterjang Banjir Lumpur 4
Laporan Kartika Kwartya, wartawan Tribunnews Batam

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM
- "Ini ungkapan isi hati siswa-siswi SMP 28 Pak. Semoga Bapak bisa membantu kami," kata Isti Muthmainah kepada Wakil Wali Kota Batam, Rudi, ketika meninjau ke lokasi, Senin (8/8/2011).

Isti menyerahkan sekitar 200 surat yang isinya ungkapan hati siswa-siswi SMPN 28 Batam Kota tentang kondisi mereka selama ini. Sejak dibangun tahun 2008 lalu, sekolah ini selalu mengalami banjir ketika hujan deras mengguyur Kota Batam.

Karena lokasinya berada di tengah cekungan yang menampung aliran air dari sekitarnya. Ditambah tidak adanya saluran besar yang bisa membantu keringkan genangan air.

"Isi surat saya menyampaikan kalau kami sering kebanjiran setiap hujan deras. Sampai tidak bisa belajar tenang. Saya juga menanyakan apa Pemko tidak bisa membantu apa-apa untuk kami. Biar sekolah kami nggak kebanjiran lagi," kata siswi kelas 3A tersebut.

Seperti yang terjadi Senin, akibat hujan deras yang mengguyur Batam sehari sebelumnya, seluruh siswa terpaksa diungsikan kegiatan belajarnya.

Lebih dari 100 siswa kelas 1 yang terdiri dari empat lokal belajar di tenda depan sekolah. Siswa kelas 2 di masjid lingkungan perumahan. Dan siswa kelas 3 tetap belajar di dalam kelas, tepatnya di lantai dua gedung sekolah.

"Siswa kelas 1 dan 2 belajar di luar karena jalan masuk ke kelas ditutupi lumpur dan banjir," kata seorang guru Isel Sariadi.

Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo meminta Pemko Batam segera berkoordinasi dengan developer yang sedang membangun di sekitar sekolah untuk membenahi saluran airnya. Ia menyayangkan karena kurang disiplinnya para pengembang membuat anak-anak jadi tidak bisa menikmati sekolahnya karena banjir.

"Ada beberapa developer di sini. Sebetulnya gambar utuh dari OB sudah ada. Hanya dalam pelaksanaannya belum sesuai. Sehingga terjadi banjir seperti ini. Saya sudah minta Wakil Wali Kota untuk undang para developer dan OB supaya menjalankan sesuai gambar," kata Soerya.

Ia juga berpesan kepada BP Batam atau Otorita Batam untuk memperhatikan kondisi lingkungan dalam pengalokasian lahan.

Wakil Wali Kota Batam, Rudi mengatakan Pemko sudah menyiapkan alat berat untuk mengeruk tanah atau lumpur yang menutup akses siswa ke dalam kelas.

"Yang penting sekarang minta ruangan segera dibersihkan dulu. Biar anak-anak bisa kembali belajar di kelas," kata Rudi.
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
9951 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas