A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kasus Kepala Bayi Putus Jadi Pelajaran Bagi Dinas Kesehatan Bintan - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Batam

Kasus Kepala Bayi Putus Jadi Pelajaran Bagi Dinas Kesehatan Bintan

Selasa, 6 September 2011 23:23 WIB
Kasus Kepala Bayi Putus Jadi Pelajaran Bagi Dinas Kesehatan Bintan
tribunnewsbatam/ istimewa
Alat USG. Foto Ilustrasi

BINTAN, TRIBUN - Kasus putusnya kepala bayi ketika lahir prematur  di Kecamatan Tambelan Bintan pada pertengahan Agustus 2011 lalu menjadi pelajaran berharga bagi Dinas Kesehatan Bintan. Atas kejadian tersebut Pemkab Bintan segera mengirim peralatan ultrasonografi (USG) yang akan ditempatkan di Puskesmas Kecamatan Tambelan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Pudji Basuki  alat tersebut saat ini sudah berada di Tanjungpinang dan tinggal menunggu waktu pengirimannya saja. Keberadaan peralatan USG untuk kecamatan ini tampak menjadi perhatian serius Dinkes Bintan saat ini. Hal tersebut merujuk kasus persalinan yang  sedikit menghebohkan di Tambelan pertengahan Agustus lalu.

Waktu itu, seorang bayi prematur lahir dengan kepala terputus, sementara badannya tertinggal di dalam rahim ibunya. Hal ini terjadi akibat bayi yang lahir pada  saat kandungan berusia 5 bulan itu ternyata telah meninggal terlebih dahulu di dalam kandungan sang ibu, kasus ini dikenal dengan istilah IUFD (Intra uterine foetal death).
 
Kejadian ini sangat disayangkan, salah satu penyebabnya disebut-sebut akibat tidak adanya peralatan USG di Kecamatan yang berada di pulau berjarak tempuh sekitar 21 jam dari ibukota Kabupaten Bintan itu. Puskesmas Kecamatan Tambelan selama ini tidak memiliki alat USG, sehingga pengecekan kondisi kandungan ibu hamil secara rutin di pulau ini kurang optimal.
 
Pengadaan peralatan untuk mengecek kondisi kehamilan ini diharapkan bisa mencegah hal yang tidak diinginkan. Penegasan tersebut disampaikan Pudji usai rapat koordinasi seluruh staf bersama Bupati Bintan di Kantor Bappeda Bintan, Senin (5/9).

"Saat ini yang jelas sudah ada barangnya, tinggal mengirim saja, menunggu kapal kesana. Dalam waktu dekat ini akan kita kirim bersama dokter dan teknisinya," ujar Pudji.
 
Dia mengatakanpengadaan USG ini dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belaja daerah (APBD) murni sebesar Rp600 juta. Peralatan USG yang akan ditempatkan di Tambelan ini lanjutnya sudah cukup baik, karena telah menggunakan tehnologi 2 dimensi (2D). Namun memang Jika dibandingkan dengan USG yang akan ditempatkan di RSUD Bintan di Kijang, mesin USG tersebut masih standar, tapi setidaknya hal ini sudah bisa sedikit meningkatkan kualitas pengecekan kondisi kehamilan di kecamatan ini.

"Kalau Untuk RSUD itu diadakan USG 3 dimensi. Nilai anggarannya itu mencapai Rp1,2 milyar," kata Pudji.
 
Dia mengatakan ke depan, peralatan USG tersebut akan dioperasikan oleh dokter umum yang bertugas di Puskesmas Tambelan. Namun walau dokter umum yang dimaksud dikatakannya telah mendapatkan pendidikan mengenai pengoperasian USG. Sejauh ini, Pudji menyebut untuk pengadaan dokter spesialis kandungan di Tambelan sulit sedikit di lakukan.
 
Hal tersebut dikarenakan Kabupaten Bintan belum memiliki tenaga dokter spesialis kandungan (SPoG), ditambah lagi jumlah penduduk Kecamatan Tambelan yang tergolong sedikit. â?oIbu kota kabupaten seperti di Lingga dan Anambas pun saat ini juga masih sulit, begitupun dengan spesialis THT dan bedahâ?? kata Pudji.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Bitan menurutnya berencana mengambil tenaga dokter spesialis dari luar Bintan dan Kepri untuk ditempatkan di daerah yang membutuhkan. (san)
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
10330 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas