Public Service
Wako Batam Minta Maaf ke Warga Batam Karena Sampah
Akui Pelayanan Belum Maksimal
BATAM, TRIBUN- Walikota Batam Ahmad Dahlan meminta maaf kepada masyarakat bila ada pelayanan yang belum maksimal seperti banyak sampah menumpuk yang tak terangkut. Dia berjanji dalam waktu kurang dari sebulan masalah ini akan teratasi. Hanya perlu dukungan masyarakat dan seluruh pihak yang ada di Batam.
"Dalam masa transisi jelang lelang pengangkutan sampah ditentukan pemenangnya, kami akan optimalkan potensi yang ada," kata Dahlan di sela acara Halal Bihalal Wali Kota, Wakil Wali Kota bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Batam lainnya di Asrama Haji, Jumat (9/9).
Persoalan sampah di Batam memang belum menemui titik terang. Hal ini terlihat dari masih menumpuknya sampah pada bebererapa tempat pembuangan sementara (TPS) dan di perumahan-perumahan warga. Pada bebrapa titik, sampah-sampah ini belum terangkut sejak sebelum lebaran lalu sehinghga menimbulkan aroma tidak sedap, dan berpotensi menggangu kesehatan warga.
Namun, Dahlan menganggap masalah sampah di Batam saat ini masih belum siaga satu. "Ibarat gunung belum meletus, masih asap-asap, belum siaga satu," ujar Ahmad.
Meski menyebut masalah sampah belum siaga satu, Dahlan mengakui bahwa untuk mengurusi sampah tidak semudah membalikan telapak tangan. Menurutnya, Pemko Batam masih membutuhkan peran dari beberapa unsur pemerintahan maupun pihak swasta.
Dahlan mengatakan ke depan pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam akan ikut serta membantu Pemko Batam untuk mengelola sampah. Diharapkan setelah adanya bantuan dari pihak BP maupun swasta, persoalan sampah di Batam dapat teratasi.
Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Publikasi BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan pihaknya tidak bisa membantu angkut sampah. Karena BP Batam sudah tak mempunyai armada angkutan sampah lagi.
"Sejak pengelolaan sampah diambil alih Pemko, BP tidak pernah mengurusi masalah sampah lagi. Jadi aset-aset yang sebelumnya digunakan untuk mengelola sampah, seperti truk dan lainnya, sudah tidak ada lagi," papar Djoko, beberapa waktu lalu.
BP Batam juga tidak memiliki anggaran untuk mengelola sampah. Kalaupun BP harus bantu Pemko dengan menyewa truk, perlu waktu lama karena harus melalui pengajuan anggaran kembali.
Pantauan tribun di beberapa lokasi TPS resmi maupun tempat pembuangan sampah dadakan, masih terlihat begitu banyak sampah yang menumpuk. Di ruas jalan perumahan Duta Mas menuju ke legenda Malaka, salah satu tempat yang menjadi tempat pembuangan sampah terus bertambah volumenya.
Sudah tentu sampah-sampah yang tidak terangkut ini menyebabkan aroma yang tidak sedap. Pengendara sepeda motor yang yang melawatu ruas jalan itu harus menutup hidungnya dari dari aroma tidak sedap yang berasal dari tumpukan sampah itu.
Di perumahan Griya Permata Batu Aji, masih tampak tumpukan sampah yang beraroma busuk dan berulat. Sama seperti tumpukan sampah di bebapa titik lainnya, sampah di situ belum terangkat sejak sebelum lebaran lalu.
Warga yang merasa terganggu dengan keberadaan sampah yang tidak terangkut ini lalu mempertanyakan kinerja dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam. Warga kebingungan untuk membuang sampah mereka yang baru, karena TPS-TPS yang tersedia sampahnya sudah penuh dan menumpuk.
"Kalau kita buang lagi disutu nanti meluber ke jalan-jalan, mau buang di sampingnya tumpukan sampah sudah memanjang hingga puluhan meter. Kerja apa saja Dinas kebersihan sampai tak angkut sampah-sampah ini," kata Anto warga Griya Permata Batu Aji. (tik/elc)