Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Batam

Delapan Pengelola Radio Pertanyakan Penyegelan Alat Frekuensi Radio

Senin, 19 September 2011 13:25 WIB

Laporan Abd Rahman Mawazi, wartawan Tribunnewsbatam.com

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Sebanyak delapan pengelola radio di Batam mendatangi Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Batam di Sekupang. Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan terkait penutupan dan penyegelan terhadap beberapa alat frekuensi radio yang telah berlangsung lima hari.

"Kami menanyakan alasan sebernya apa terkiat penghentian siaran radio kecuali SingFM dan RRI. Sebelumnya kami tidak tahu pasti, tetapi pihak balai monitoring langsung datang ke radio-radio dan menghentikan siaran," kata Kristianto Sutrisno, salah satu Ketua PRSSNI wilayah Riau dan Kepri, Senin (19/9).

Dari penjelasan pihak Balmon, penghentian siar itu memang dikarenakan adanya pemberitahuan dari bandara Hang Nadim Batam dan bandara Changi Singapura terkait gangguan frekuensi. Namun Kristianto mengatakan bahwa alat miliknya disegel.

"Saya punya disegel. Kalau memang terjadi kebocoran, saya tidak tahu. Karena alat itu baru diperbaiki. Namun sekarang sudah jelas," ujarnya lagi. Meski demikian, ia menduga bahwa penyebab kebocoran adalah karena siaran radio-radio yang tidak memiliki izin. Sehingga, bocor dan mengganggu penerbangan. (*)
Editor: Rimna Sari Bangun

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas