• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Batam

Inilah Kisah Wanita Korban Nafsu Oknum Polisi di Tanjungpinang

Senin, 21 November 2011 15:24 WIB
Inilah Kisah Wanita Korban Nafsu Oknum Polisi di  Tanjungpinang
tribunnewsbatam/ ogas jambak
Ey (23) Kecewa Pacarnya Menikahi Jandi
Laporan Ogas Jambak Wartawan Tribunnews Batam

Perasaan hancur dan galau tersinar dari raut wajah seorang remaja sebut saja, EY (23). Suara pelan keluar dari bibir tipis wanita berambut panjang ini, menceritakan penderitaan yang dialaminya selama menjadi budak sek seorang oknum anggota Satuan Sabhara Polres Tanjungpinang. Wanita berkulit putih berpendidikan paket C ini mengaku selama 4 tahun berpacaran dengan oknum Briptu RL, selalu harus melayani nafsu pria 25 tahun tersebut.

Kini apa yang harus dikata, Briptu RL memilih menikah dengan janda beranak dua yang nota bene seorang PNS Dinas Kesehatan Bintan. Pilihan RL ini mungkin pantas karena janda tersebut memiliki mobil dan masa depan yang cerah.

Apalah EY, hanya wanita berparas cantik berkulit putih tinggi sekitar 170 Centimeter dan utang RL kepada ibunya Ad, yang mengkita hubungan mereka selama ini, walau utang belum dibayar lunas RL sudah mantap menikah dengan wanita lain.
 
Kini EY harus menangung malu, karena semua tetangga dan keluarga sudah mengetahui hubungannya dengan Briptu RL selama ini. Bahkan ia masih bisa bertahan selama ini ketika mengetahui RL memiliki wanita lain (WIL). EY hanya pasrah meratapi nasibnya, ditingal kekasih yang sudah ia angap sebagai suami karena selama empat tahun terakhir RL dan EY selalu tidur bersama.

“Saya tidak menutut ia menikahi anak saya, walau mereka sudah hidup seperti suami istri. saya hanya meminta ia melunasi utang dan bertangung jawab,” ungkap Ad kepada sejumlah wartawan usai menemui RL dirumah istrinya Jalan Pantai Indah, Batu Hitam Sabtu (19/11).
 
EY yang terlihat terpukul akhirnya menceritakan penderitaan yang ia alami selama hidup seperti suami istri dengan RL. Dua kali mengugurkan kandungan hasil hubungan dengan oknum polisi tersebut, menurut EY pertama kali sekitar 2 tahun lalu ia dipaksa mengugurkan kandungannya yang sudah berumur 6 bulan oleh RL dengan alasan jika tidak digugurkan ia tidak bisa menikahi EY.

“Dia bilang kalau tidak digugurkan kami tidak bisa menikah, karena wanita yang sedang hamil tidak bisa menjadi calon istri anggota polisi,” tutur EY, dengan sedih. Dia mengaku saat itu mengugurkan kandungan di kawasan Tanjunguban dengan seorang dukun beranak.
 
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
18074 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas