• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Batam

Sani: Naikkan UMK Lagi = Jilat Ludah Sendiri

Rabu, 30 November 2011 21:19 WIB
Sani: Naikkan UMK Lagi = Jilat Ludah Sendiri
IST
Gubernur Kepri HM SANI
Laporan Thomlimah Limahekin, Wartawan Tribunnewsbatam.com

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG-
HM Sani melalui Misbardi kepala Biro Humas pemerintah provinsi (Pemprov) Kepri mengaku bersedia menerima tawaran dialog dari para buruh. Namun, Sani sendiri tidak melayani dialog yang bertopik permintaan kenaikan upah lagi oleh para pekerja itu.

"Kalau para buruh mau berdialog pak gubernur terima saja tapi bukan lagi soal permintaan kenaikan upah," kata Misbardi, Rabu (30/11) ketika dikonfirmasi Tribun melalui telepon seluler.

Misbardi menjelaskan, upaya buruh mempertahankan angka UMK Rp 1.760.000,- setelah diputuskan gubernur Rp 1.310.000,- merupakan sesuatu yang tidak konsisten. Sebab, penetapatan gubernur terhadap UMK kota Batam tersebut justru didasarkan pada hasil kesepakatan dan rekomendasi dewan pengupahan provinsi yang terdiri dari wakil para buruh, para pengusaha dan pemerintah (tripartit).

Ketetapan UMK yang diputuskan Sani, menurut Misbardi, sudah dipertimbangan baik dari pihak buruh maupun dari pihak pengusaha. Di satu sisi gubernur harus memperhatikan kebutuhan para buruh.

Perhatian tersebut akan diwujudkan dalam pemenuhan tuntutan para buruh seperti tidak diberlakukannya pajak retribusi, pajak kos-kosan, pajak warung makan, pengaturan sarana transportasi yang lebih efisien, dll.

Namun di sisi lain, gubernur juga mseti menjaga agar para investor yang kapan saja bisa hengkang dari kota Batam itu tidak beranjak ke Malaysia dan menanamkan investasi di sana setelah ketetapan UMK itu diputuskannya. Sebab, kawasan industri Iskandarsah di Johor - Malaysia saat ini sedang membuka peluang sebesar-besarnya bagi para investor untuk berinvestasi.

Berangkat dari pertimbangan ini maka Misbardi mengharapkan agar warga Batam tidak terprovokasi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab yang mengajak berdemo.

"Menaikkan lagi UMK seperti yang dituntut para buruh sama artinya dengan mencoret apa yang sudah diputuskan atau menjilat lagi ludah yang sudah kita buang di lantai," kata Misbardi lagi.

Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
18343 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas