• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribun Batam

Motif Batik Gonggong Dilindungi Hak Cipta

Jumat, 9 Desember 2011 15:42 WIB
Motif Batik Gonggong Dilindungi Hak Cipta
tribunnewsbatam/ novyana handayani
Membatik- Pencipta motif batik gonggong, Efiyar M Amin sedang membatik di Butik Selaras. Foto diambil beberapa waktu lalu.

Laporan Tribunnews Batam Novyana Handayani

Belum lengkap rasanya, bila ke Tanjungpinang tapi tak membawa oleh-oleh batik gonggong. Nama batik yang diadopsi dari makanan khas Kepulauan Riau itu, kini resmi menjadi batik khas Tanjungpinang, setelah terdaftar hak ciptanya di Kementerian Hukum dan HAM.

Batik gonggong resmi diperkenalkan pada Juni 2010 silam. Belum genap dua tahun memang. Namun namanya sudah cukup dikenal, tak hanya oleh masyarakat lokal Tanjungpinang dan Kepri aja. Tapi sudah sampai ke tingkat nasional dan mancanegara.

Terbukti pada Januari lalu, batik gonggong diabadikan di Museum Tekstil di Jakarta. Bahan yang sama juga kerap diikut sertakan oleh Museum Tekstil pada beberapa pameran. Batik ini juga sudah dikenakan sebagai seragam pegawai, tidak hanya oleh pegawai negeri tapi juga oleh beberapa perusahaan swasta.

“Ini motif untuk pegawai Rumah Sakit Awal Bros di Batam dan Pekanbaru,” ujar Ony Kay, Pemilik Butik Selaras sambil menunjuk contoh bahan yang dipajang di dinding, Kamis (8/12). Bila biasanya batik digunakan sebagai motif pakaian, motif batik gonggong sudah digunakan sebagai motif beberapa produk.

Seperti Hotel Aston Tanjungpinang, yang menggunakan motif batik gonggong untuk bedcover. Motif gonggong juga menjadi hiasan dinding dan menjadi motif di lift hotel tersebut. Bandara RHF juga menggunakan batik gonggong sebagai hiasan dinding.

Malah, perusahaan elektronik LG menggunakan motif gonggong untuk produk mesin cuci mereka. Batik gonggong ini juga sudah melanglang buana ke beberapa negara.  Ony mengaku sempat mengabadikan foto wisatawan asal Taiwan yang mengenakan batik gonggong saat di Bandara.

Batik ini juga sudah sampai ke Ibu Kota Uni Emirat Arab, di Abu Dhabi. Tak sampai disitu saja, kini batik gonggong menjadi satu-satunya motif di Kepri yang sudah dipatenkan. Ada tiga motif utama dari batik gonggong yang sudah terdaftar hak ciptanya di Kementerian Hukum dan HAM.

Yang pertama, motif kain gonggong jalur kacang. Kemudian motif kain kuntum kelopok gonggong dan kain julur gonggong. Ketiganya didaftarkan pada 12 Mei 2010 dan resmi keluar hak ciptanya pada 3 Oktober 2011 lalu.

“Lega sekali akhirnya ada hal ciptanya juga. Ini menjadi satu-satuny motif di Kepri yang sudah ada hak ciptanya,” ujar Efiyar M Amin, Pencipta motif tersebut.

Ketiga motif itu ia sendiri yang member nama. Dari tiga motif utama tersebut, kini sudah tercipta sekitar 400 variasi motif batik gonggong.

Motif ini dicetak di lima bahan kain, yang bisa dipilih sesuai selera pembeli. Kesemua motif dibuat dalam edisi terbatas. Kalaupun ada beberapa pakaian dengan motif yang sama, namun dibuat dengan model yang berbeda.

Pembeli juga bisa memesan motif sesuai selera sendiri. Namun dengan catatan masa pembuatan dua hingga tiga pekan. Karena motif tersebut dicetak di Pekalongan dan Cirebon.(novyana handayani)
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
18539 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas