A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Madon Otak Pelaku Perampokan Dotamana Ditangkap di Malaysia - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribun Batam

Madon Otak Pelaku Perampokan Dotamana Ditangkap di Malaysia

Rabu, 21 Desember 2011 23:02 WIB
Madon Otak Pelaku Perampokan Dotamana Ditangkap di Malaysia
Tribunnewsbatam/ net/ist
Tersangka Madon digiring petugas kepolisian dan imigrasi di Malaysia
Laporan Tribunnewsbatam-apr

TRIBUNNEWSBATAM.COM. BATAM
-Setelah ditetapan sebagai daftar pencarian orang (DPO), otak pelaku perampokan bersenpi di toko sembako Sumber Kita, Dotamana.  Akhirnya setelah hampair 7 bulan dalam pelariannya, Madon sebagai otak pelaku berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Sekupang bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Selasa (20/12) kemaren.

Madon berhasil diamankan dari salah satu kampung yang dijadikan tempat persembunyiannya di Johor Baru, Malaysia. Akhirnya dengan pengawalan ketat PDRM Malaysia dan jajaran Polsek Sekupang yang dipimpin langsung Kapolsek, Kompol Hani Hidayat, otak pelaku Madon digiring ke Batam.

Terlihat Madon tiba dipelabuhan Internasional Batam Centre dengan kedua tangan terbelenggu kedepan, Selasa (20/12). Setelah diturunkan dari kapal Pintas Samudra, salah seorang PDRM menyerahkan Madon kepada petugas Imigrasi Batam didampinggi Kapolsek Sekupang, Kompol Hani Hidayat.

Informasi yang diperoleh tribunnewsbatam di lapanggan, pelarian panjang Madon setelah melakukan perampokan di toko Sumber Kita pada 12 Juni 2011 silam. Ada beberapa lokasi dan daerah yang dijadikan Madon untuk bersembunyi dari kejaran petugas. Bahkan dua hari setelah melakukan perampokan, Madon masih berada di Batam.

Lokasi pertama yang dijadikan tepat persembunyian setelah melakukan perampokan, yakni rumah saudaranya di daerah Tanjung Piaya. Namun saat itu ia hanya menganti baju dan celana, kemudian kembali pergi membawa baju ganti dengan tas. Dari Tanjung Piayu tersebut, Madon melarikan diri ke Bintan dengan menggunakan kapal nelayan.

Setelah beberapa hari berada di Bintan, Madon kembali melarikan diri melalui pelabuhan tikus di Stulang laut Malaysia. Dari situlah Madon bersembumnyi dan menjalani hidupnya sehari-hari bekerja di perkebunan milik warga Malaysia. Namun selain bekerja diperkebunan warga Malaysia, ternyata Madon juga tidak jera-jera melakukan aksi kejahatannya.

Menurut informasi yang diperoleh tribunnewsbatam, Madon sudah lama diamankan oleh PDRM karena tertangkap melakukan kejahatan. Dari aksinya tersebut, ternyata Madon diketahui juga sebagai DPO Kepolisian Batam. Pasalnya sebelum Madon diamankan, pihak kepolisian Batam sudah terlebih dahulu melakukan kordinasi dengan PDRM.

"Sebelum Madon diamankan PDRM, sebenarnya kita sudah lama berkordinasi dengan PDRM itu. Tapi karena ada beberapa proses yang perlu dilalui, baru sekarang Madon bisa kita giring ke Batam. Yang nangkap Madon itu, Densusnya Malaysia. Bukan polisi biasa looh,"ujar salah seorang kepolisian di Batam.

Adanya rekayasa perampokan toko Sumber Kita ini disampaikan langsung oleh mantan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Eka Yuda. Bahkan ia secara terang-teranggan mengatakan, perampokan tersebut direkayasa langsung oleh anak buahnya, mantan Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Aries Andi yang saat ini menjabat sebagai perwira menengah di Ditreskrim Umum Polda Kepri. (bersambung).. di edisi cetak.
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
18871 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas