• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribun Batam

Cewek BP dan BB, Potret Seks Bebas ABG Batam

Rabu, 28 Desember 2011 12:17 WIB
Cewek BP dan BB, Potret Seks Bebas ABG Batam
Tribun Batam/ Istimewa
ilustrasi
Laporan Tribunnews Batam, TIM

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM
- MASA remaja adalah masa yang paling indah, masa-masa bagi remaja dalam proses pencarian jati diri. Namun dimasa remaja itu banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas.

Seperti fenomena sepanjang tahun 2011 ini yang menghinggapi sebagian kalangan remaja di Batam, pergaulan bebas telah mencapai titik kekhawatiran yang cukup parah, terutama seks bebas.

Mereka begitu mudah melakukan yang seharusnya dilakukan orang dewasa, seperti memasuki tempat-tempat hiburan malam. Bahkan ada sebagian Anak Baru Gede (ABG) yang telah mempunyai jaringan dalam transaksi seks bebas.

Pelakunya bukan hanya kalangan mahasiswa, SMA, bahkan sudah merambat di kalangan SMP. Seperti kasus remaja terlibat trafficking yang terungkap belakangan ini, sebagian besar pelakunya masih SMP.

Penelusuran Tribunnews Batam, pergaulan bebas, seks bebas menjadi hal yang sangat biasa bagi kalangan remaja Batam saat ini. Banyak remaja Batam menganggap, jika tidak pernah melakukan seks akan dianggap tidak modern (norak/kuno) oleh teman-temannya (yang sudah pernah melakukan seks bebas). Merekapun tak segan-segan memperkenalkan permainan seks yang aman, seperti memakai alat pengaman (kondom) dan sebagainya.

Mereka umumnya tergiur untuk berpenampilan keren. Nongkrong di tempat hiburan, kafe, punya HP canggih, jadi gaya hidup yang diimpikan sebagian ABG di Batam saat ini.

Namun menjadi ABG metropolis ataupun cewek gaul yang glamor dan tak ketinggalan mode, hanya bisa terwujud bila memiliki uang. Untuk meraih impian tersebut, banyak ABG yang ekonomi orang tuanya lemah, menempuh berbagai cara.

Sebagian di antara cewek usia belasan tahun itu mencari uang dengan jalan menjual diri alias menjadi pelacur amatiran hingga yang sudah berkelas. Namun untuk mendapatkan jasa seks di kalangan pelajar Batam bukan lah gampang, jika tidak mengetahui kata-kata sandi yang populer di kalangan para pelajar di Batam saat ini.

Ada dua kata sandi, yakni mereka yang dijuluki cewek Bisa Pakai (BP) lantaran mangkalnya di tempat keramaian, seperti mal, bioskop dan beberapa lokasi tempat nongkrong para pelajar. Mereka tarifnya tidaklah mahal. Namun kebanyakan dari BP ini hanya melayani sesama pelajar, asal bisa jalan-jalan dan senang-senang ke beberapa mal dan lokasi yang dianggap menyenangkan.

Berbeda dengan pelajar hingga mahasiswa yang berkelas. Dari hasil investigasi tribunnewsbatam tidaklah mudah menemukan mereka. Kebanyakan dari mereka hanya melayani pejabat-pejabat dan oknum aparat nakal, baik pejabat di pemerintahan Batam hingga pejabat dari daerah lain yang sedang melakukan kunjungan ke Batam. Mereka juga menjadi pelancar bisnis pengusaha-pengusaha nakal.

Barang Batam (BB)

Mereka dikenal dengan kata sandi BB alias Barang Batam. Untuk mendapatkan jasa seks BB ini tidaklah gampang. Pasalnya BB memiliki jaringan yang sangat rapi, teroganisir melalui beberapa event organizer (EO) di Batam.  

Namun jika sudah mengenal pemilik EO yang mengoleksi BB ini, tidaklah sulit mendapatkan BB tersebut. Setiap ada BB baru akan dihubungi oleh pemilik EO. Sebaliknya jika pejabat, oknum aparat dan pengusaha nakal membutuhkan BB, bisa menghubungi EO tadi.

Tarif BB ini boleh dibilang tinggi, pasalnya selain membayar jasa seks yang cukup tinggi, BB  juga banyak permintaan, seperti minta hadiah barang yang sedang digandrungi ABG. Seperti hand phone keluaran terbaru, parfum mahal dan barang-barang berharga lainnya.   

BB juga banyak menjadi simpanan oknum pejabat, oknum aparat dan pengusaha nakal. Selama kebutuhan dan permintaannya dipenuhi, BB tidak akan mencari laki-laki lain. Namun jika sudah tidak terpenuhi, BB akan kembali menghubungi EO nya untuk mencari laki-laki berkantong tebal.

Namun BB juga sangat gampang ditinggalkan oknum pejabat, oknum aparat dan pengusaha nakal jika tidak pandai-pandai melakukan kordinasi dengan EO yang mencomblangkan. EO bisa saja menawarkan BB yang lebih cantik dan lebih muda kepada oknum pejabat, oknum aparat dan pengusaha nakal tadi.

Seperti dikatakan D, seorang remaja putri Batam yang jadi simpanan oknum pejabat Batam.

"D tidak sama Gusti lagi. Karena kemaren D sempat berkelahi dengan Gusti. Ini semua gara-gara om Ronal yang mencomblangkan Gusti dengan W, anak SMP juga. W itu anak (EO) AX juga. Malah sekarang mereka ke Bali. Cewek mana yang tidak sakit hati. Kemaren om Ronal yang mencomblangkan D sama Gusti, eh sekarang kok om Ranol mencomblangkan W ke Gusti lagi. Sedih aja rasanya," ujar D melalui pesan singkatnya ke tribunnewsbatam.

Siswi kelas tiga SMK di Batam itu mengaku beberapa kali pindah sekolah. Ia selama 6 bulan menjadi simpanan seorang oknum pejabat Batam semenjak bergabung dengan (EO) AX setelah silau dengan iming-iming yang dijanjikan. Ia telah mendapatkan barang-barang yang sedang ngetren di Batam dari oknum pejabat tersebut.

“Saat D diiming-imingi oknum pejabat dan pemilik EO, D pikir-pikir uang dari orangtua tidak cukup buat beli baju gaul, HP model terbaru,” kata D (16), cewek ABG kormod alias korban mode.

Terhadap kelompok BB ini, D tidak sendiri. Banyak teman-temannya sesama model terjun ke dunia itu. Namun dalam aksinya, D dan teman-temannya tidak melayani sembarang orang.

Laki-laki yang bisa kencan sambil menjamah tubuh, meskipun hanya sebatas close up alias setengah badan. Hanya orang-orang yang berkantong tebal. Pasalnya sekali jalan, tarif D dan teman-temanya mencapai Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.

Rata-rata gaya ABG yang dikatakan BP dan BB ini menyerupai gadis lainnya. Dengan mengenakan celana jins model pelpen, kaos lengan pendek, blus model baby dol yang sedang ngetren, penampilan mereka sama sekali jauh dari kesan sebagai pelacur.

Namun bila diperhatikan, ada hal yang membedakan antara ABG baik-baik. ABG yang dikatakan BP dan BB tampil centil, genit, agresif, meski belum dikenal dan bersikap sangat ramah.

Bagi ABG yang dikatakan BP dan BB yang ditemui di beberapa mal dan tempat nongkrong, tampilannya berlagak menunggu teman. Padahal mereka mejeng sambil matanya melirik-lirik ke arah lelaki yang diincar.

Kelompok ABG ini selain mencari uang juga mencari kesenangan di mal. Target lain bisa belanja barang harga mahal dan dapat menyantap makanan enak.

Namun dalam melakukan aksinya, ada sebagian ABG yang sudah memiliki jaringan dengan laki-laki hidung belang. Mulai dari kalangan oknum pejabat, oknum aparat dan pengusaha nakal. Melalui ABG yang telah memiliki jaringan ini lah para BP dan BB mendapatkan mangsanya.

Mulai dari pelayanan close up yang berlangsung singkat. pelayanan singkat dari BP dan BB bisa dilakukan di dalam gedung bioskop sambil nonton film. Bahkan kencan bisa juga dilakukan di  dalam mobil yang sedang diparkir. Namun bila mau pelayanan lebih, bisa di-booking ke hotel.

Harga pasaran ABG ini bisa turun asal mereka diajak shopping. Sebelum ngeroom (istilah untuk ngamar), BP dan BB harus diajak belanja-belanja dulu. Bagi oknum pejabat, oknum aparat dan pengusaha nakal, paham betul cara menggaet mereka. Tentu dengan cara mengajak belanja pakaian dulu, baru dibawa ke kamar hotel.

Fenomena ABG Batam, yang dikatakan BP atau BB sampai jual diri merupakan imbas dari rongrongan gaya hidup metropolis. Namun tak seimbang dengan kemampuan ekonomi orang tua nya masing-masing.

Seperti dikatakan Mawar (nama samaran), seorang ABG korban trafficking belum lama ini. Gadis yang baru tumbuh dewasa itu mengaku menjadi BP atau BB karena ingin seperti kawan-kawannya yang hidup berkelimang kemewahan. Namun sadar, keinginannya untuk seperti itu tidak akan bisa karena kedua orang tuanya hidup serba pas-pasan.

“Bagai mana beli pakaian yang harga mahal, untuk belanja sehari-hari aja kurang. Jajan dikasih orang tua hanya secukupnya,” kata gadis yang mengaku masih sekolah SMP.

Dengan ketiadaannya itu, ABG yang satu ini terpaksa mengasah kemampuannya sebagai model di EO. Dengan wajah yang cukup cantik dan kulit putih, tujuannya hanya satu, dapat perhatian dari oknum pejabat, oknum aparat dan pengusaha nakal saat melakukan show di beberapa acara yang diisinya.

"Nanti om atau tante yang menjadi penghubung, seperti saya ini. Pemilik EO nya om Rn. Nanti kalau ada yang suka, pejabat, oknum aparat atau pengusaha, cukup menghubungi om Rn," ujar Mawar.
Editor: Iman Suryanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
18953 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas