Tahun ini, PLN Targetkan Interkoneksi Listrik Batam-Pinang dan Bintan
Saat ini muncul lagi rencana baru jual-beli arus listrik (interkoneksi) Batam ke ibu kota provinsi Kepri Tanjung Pinang.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Belum usai realisasi rencana penjualan arus listrik (interkoneksi) Batam-Bintan oleh PLN Batam. Saat ini muncul lagi rencana baru jual-beli arus listrik (interkoneksi) Batam ke ibu kota provinsi Kepri Tanjung Pinang.
Hal ini diungkapkan langsung Wakil Wali Kota Batam Rudi SE usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Batam. Selasa (17/1).
Rudi mengatakan, rencana interkoneksi listrik tidak hanya Batam-Bintan saja. Namun, rencana interkoneksi listrik Batam-Pinang juga akan dilakukan dalam pertengahan tahun ini.
"Belum tahu kan, makanya saya kasih tahu sekarang bahwa kita (Batam, red) juga akan menjual listrik (interkoneksi) ke Pinang,"Ungkap Rudi seraya memberitahukan informasi rencana interkoneksi listrik Batam-Pinang tersebut kepada sejumlah wartawan. Kemarin (17/1).
Rudi menjelaskan, rencana jual-beli (interkoneksi) listrik Batam ke Tanjung Pinang akan dilakukan pada malam hari,
sedangkan
interkoneksi listrik Tanjung Pinang ke Batam akan di lakukan pada siang
hari mengingat Batam kota industri yang sangat memerlukan arus listrik
pada siang hari.
"Jadi, kenapa siang mereka (Tj Pinang) jual listrik ke Batam. Karena, Pinang kelebihan listrik dan Pinang bukan daerah industri. Kalau Industri Batam malam hari tidak menggunakan listrik, hanya perumahan saja yang menggunakan listrik,"jelasnya.
Ditanya besaran harga jual beli listrik dalam rencana interkoneksi itu, Rudi mengatakan belum tahu. "Mengenai harganya kita ngak tahu, itu urusan PLN,"katanya.
Rudi menambahkan, rencana interkoneksi listrik tersebut diketahuinya sekitar seminggu lalu setelah dirinya bertemu langsung dengan Direktur PLN Riau Kepri dalam rangka pembahasn rencana interkoneksi Batam-Tanjung Pinang dan Batam-Belakang Padang.
Untuk rencana interkoneksi listrik Batam-Belakang Padang, kata Rudi nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan listrik di daerah Belakang Padang.
Rencana interkoneksi listrik tersebut, lanjut Rudi direncakan akan dilakukan dalam waktu enam bulan kedepan.
"Itu
semua hasil pertemuan kita dengan PLN Kepri Riau, kalau tidak meleset 6
bulan kedepan kita laksanakan interkoneksi itu,"imbuhnya.