Kesehatan
Bintan Waspadai Virus Flu Burung
Bintan Waspadai Virus Flu Burung
Tayang:
Laporan Muhammad Ikhsan Wartawan Tribunnews Batam
BINTAN, TRIBUN - kasus flu burung yang sempat
merebak di Jakarta awal tahun 2012 ini, mendapat perhatian serius dari
Sekum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kepri, Iwan Berry Prima.
Ia mengatakan langkah antisipatif tidak ada salahnya juga dilakukan di
Kabupaten Bintan.
Tahun 2009, sempat ditemukan hewan unggas yang
terkena Flu Burung di Bintan, walau saat itu tak sampai menular ke
manusia dan akhirnya bisa teratasi. Namun ia mengingatkan peternak untuk
tetap selalu menjaga kebersihan lingkungannya.
"Untuk tahun 2010, 2011 tidak ada kasus. Akan tetapi
kasus yang sempat terjadi di Jakarta baru-baru ini juga patut kita
cermati. yang jelas kami menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan
lingkungan. Khusus bagi peternak, kebersihan kandang yang paling
penting, kemudian jika ditemukan hewan unggas mati mendadak segera
laporkan ke Dinas dan instansi terkait," ungkapnya, kemarin.
Iwan yang juga merupakan staff di Dinas Pertanian
dan Kehutanan (Distanhut) Pemkab Bintan ini menjelaskan, dari Dinas
sendiri akan selalu melakukan pemantauan ketat. Jika terdengar kasus
hewan mati mendadak, ia mengatakan bahwa tim akan diturunkan untuk
melakukan Rapid Test.
"Kami tentunya akan turun ke lapangan apakah itu Flu
burung atau tidak. Karena beberapa penyakit lainnya juga bisa
menyerupai flu burung, seperti Tetelo misalnya. Jadi untuk mengindikasi
flu burung perlu pemeriksaan cepat Rapid Test tersebut. Sejauh ini kami
hanya bisa memantau," jelas Iwan.
Pihak dari dinas
menurutnya juga menyediakan desinfektan yang bisa digunakan masyarakat
peternak untuk melakukan penyemprotan. "Kalau tindakan di lapangan bisa
diinisiasi RT dan RW setempat, terkait penyemprotan berkala. Kami
menyediakan desinfektan," sebutnya lagi. (san)
Ciri Sederhana Unggas terkena Flu Burung
-Kematian mendadak
-Diikuti keluarnya cairan di hidung
-Biasanya di bagian kaki, jengger nampak kemerah-merahan
Sumber: drh. Iwan Berry Prima (Sekum PDHI Kepri)