Selasa, 9 Juni 2026

Kesehatan

Bintan Waspadai Virus Flu Burung

Bintan Waspadai Virus Flu Burung

Tayang:
Laporan Muhammad Ikhsan Wartawan Tribunnews Batam

BINTAN, TRIBUN - kasus flu burung yang sempat merebak di Jakarta awal tahun 2012 ini, mendapat perhatian serius dari Sekum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kepri, Iwan Berry Prima. Ia mengatakan langkah antisipatif tidak ada salahnya juga dilakukan di Kabupaten Bintan.

Tahun 2009, sempat ditemukan hewan unggas yang terkena Flu Burung di Bintan, walau saat itu tak sampai menular ke manusia dan akhirnya bisa teratasi. Namun ia mengingatkan peternak untuk tetap selalu menjaga kebersihan lingkungannya.

"Untuk tahun 2010, 2011 tidak ada kasus. Akan tetapi kasus yang sempat terjadi di Jakarta baru-baru ini juga patut kita cermati. yang jelas kami menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Khusus bagi peternak, kebersihan kandang yang paling penting, kemudian jika ditemukan hewan unggas mati mendadak segera laporkan ke Dinas dan instansi terkait," ungkapnya, kemarin.

Iwan yang juga merupakan staff di Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Pemkab Bintan ini menjelaskan, dari Dinas sendiri akan selalu melakukan pemantauan ketat. Jika terdengar kasus hewan mati mendadak, ia mengatakan bahwa tim akan diturunkan untuk melakukan Rapid Test. 

"Kami tentunya akan turun ke lapangan apakah itu Flu burung atau tidak. Karena beberapa penyakit lainnya juga bisa menyerupai flu burung, seperti Tetelo misalnya. Jadi untuk mengindikasi flu burung perlu pemeriksaan cepat Rapid Test tersebut. Sejauh ini kami hanya bisa memantau," jelas Iwan.

Pihak dari dinas menurutnya juga menyediakan desinfektan yang bisa digunakan masyarakat peternak untuk melakukan penyemprotan. "Kalau tindakan di lapangan bisa diinisiasi RT dan RW setempat, terkait penyemprotan berkala. Kami menyediakan desinfektan," sebutnya lagi. (san)



Ciri Sederhana Unggas terkena Flu Burung
-Kematian mendadak
-Diikuti keluarnya cairan di hidung
-Biasanya di bagian kaki, jengger nampak kemerah-merahan

Sumber: drh. Iwan Berry Prima (Sekum PDHI Kepri)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved