Kapal Perintis Sabuk Nusantara 30 Masih Sandar di Sedanau

Pelayaran kapal Perintis Sabuk Nusantara 30 yang diwarnai masalah kekurangan bahan bakar mendapat tanggapan Kepala Biro Humas

Kapal Perintis Sabuk Nusantara 30 Masih Sandar di Sedanau
Tribun Batam/ Istimewa
Gubernur Kepri HM Sani bersama unsur muspida lainnya melukan peninjauan terhadap kapal perintis Sabuk Nusantara 30 di Tanjungpinang beberapa waktu lalu

TRIBUNNEWSBATAM, PINANG - Pelayaran kapal Perintis Sabuk Nusantara 30 yang diwarnai masalah kekurangan bahan bakar mendapat tanggapan Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Kepri, Misbardi.

Ia mengatakan tak ada masalah soal pasokan bahan bakar kapal Pelni Sabuk Nusantara 30 waktu mau berlayar perdana. Sebab, jumlah pasokan bahan bakar yang diisi ke kapal tersebut sudah terpenuhi sesuai permintaan pihak pengelola kapal yakni 38 ton.

"Bahan bakar 80 ton itu untuk kemana? Sesuai perhitungan operator pengelola kapal, untuk satu trip itu hanya butuh kurang lebih 38 ton. Kalau kurang atau lebih hanya beberapa ton saja, maklum kapal baru jalan sehingga terjadi sedikit kekurangan," tulis Misbardi melalui pesan singkat yang dikirim ke Tribun.

Misbardi justru mempertanyakan kebenaran informasi yang diberikan sumber resmi Tribun dari dalam lingkungan Pemprov itu. Dia mengaku, tidak ada seseorang yang lebih tahu soal kapal selain kapten kapal sendiri.

"Menurut kapten kapal hanya perlu 38 ton yang diperlukan untuk satu trip pelayaran. Tidak semua 'orang dalam' tahu. Mana yang dipercaya, sumber lain itu (red) atau kapten kapal?," tanya Misbardi.

Dia kemudian menginformasikan bahwa sekarang kapal hanya butuh cadangan bahan bakar kalau cuaca atau perjalanan kurang bersahabat.

"Kapal sudah aman berlayar. Maklum baru pelayaran perdana, kalau ada salah-salah sedikit itu manusiawi. Coba saja kita dari Batu 5, mau ke Pasar Jalan merdeka, bisa lewat tepi laut, bisa lewat Batu 3, pasti kebutuhan minyaknya beda," jelas Misbardi sedikit mengandai-andai.

Pelayaran perdana kapal Perintis Sabuk Nusantara 30 mengalami kekurangan bahan bakar sehingga sudah dua hari berlabuh di pelabuhan Sedanau karena kehabisan bahan bakar.

Menurut sumber resmi Tribun, kapal tersebut sebenarnya tidak memiliki bahan bakar saat hendak berlayar perdana usai diresmikan Menteri Mangindaan, Senin (9/1) lalu. Padahal, pihak pengelola kapal sudah mengurus pasokan bahan bakar untuk 1 trip pelayaran perdana, sejak seminggu sebelumnya.

"Kapal Perintis Sabuk Nusantara 30 ini baru memiliki bahan bakar pukul 09.00 WIB sebelum mulai berlayar pukul 12.00 WIB. Seminggu sebelumnya kami sudah minta Pertamina memasok bahan bakar dengan harga subsidi karena Sabuk Nusantara ini bukan kapal komersial. Namun, Pertamina tetap menghendaki agar bahan bakar yang dipasok itu dikenai harga non-subsidi atau setengah subsidi dan setengah non-subsidi. Pertamina baru menyetujui harga subsidi beberapa saat sebelum peresmian. Itu baru bahan bakarnya diisi," aku sumber resmi Tribun itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Iman Suryanto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help