Senin, 22 Desember 2014
Tribun Batam

Pakai Pasir Silica Untuk Sandblasting, Dua Perusahaan Dihentikan

Kamis, 19 Januari 2012 16:02 WIB

Pakai Pasir Silica Untuk Sandblasting, Dua Perusahaan Dihentikan
Tribun Batam/ Istimewa
Ilustrasi Proses Sandblasting
Laporan Tribunnews Batam, Kartika Kwartya

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM
- Maraknya beberapa Industri galangan kapal yang menggunakan proses sandblasting dengan menggunakan pasir silica, membuat Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam secara langsung menegur beberapa perusahaan yang nakal tersebut.

Jika sudah ditegur namun masih membandel juga Kepala Bapedalda Kota Batam, Dendi N Purnomo akan memberikan sanksi yang sangat keras kepada perusahaan tersebut, baik dari penghentian operasional perusahaan. "terkait hal tersebut ssudah ada dua perusahaan yang sudah kita hentikan karena kegiatan tersebut," terang Dendi.

Sesuai dengan surat edaran Bapedalda nomor 215/Bapedal/PLH/XI/2011 tertanggal 10 November disebutkan, kegiatan sandblasting tidak boleh lagi menggunakan pasir silica. Dengan alasan dampak debu yang dihasilkan luar biasa.

Selain itu, pasir silica ini juga berpotensi menimbulkan penyakit kanker silicosis. Dan ketiga, ada dugaan pasir silica yang dipakai, diperoleh dari tambang pasir ilegal.

"Kita sudah membentuk tim monitoring kualitas udara terutama kadar debu. Kalau diketahui kadar debu di suatu daerah tinggi akan ditelusuri sumbernya dan kita beri sanksi sesuai Undang-undang 32/2009 tentang perlindungan lingkungan," kata Dendi di ruang kerjanya, Kamis (19/1/2012).
Editor: Iman Suryanto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas