Apriyani Biarkan Korban Terkapar
Tribun Batam - Senin, 23 Januari 2012 12:10 WIB
Tribun Batam/ Istimewa
Ini dia Apriyani Susanti si supir Xenia maut
TRIBUNNEWSBATAM, JAKARTA - Kondisi kejiwaan Apriyani Susanti (29), pengemudi mobil menabrak 12 orang warga, sembilan orang tewas, tidak tenang. Usai menabrak, dia justru marah-marah. Ia beserta tiga kawannya tidak berusaha sedikit pun untuk menolong para korban.
Dalam kondisi terkapar, luka dan bercucuran darah, korban tidak disentuh. Warga yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian yang berinisitif menolong 12 korban.
Swarto (54), seorang saksi tabrakan maut itu menuturkan pengemudi seorang wanita. Saat kejadian, mobil berpenumpang empat orang, dua orang perempuan dan dua orang laki-laki.
"Si sopirnya itu perempuan, agak gemuk badannya," ucap Swarto saat dijumpai di Unit Kecelakaan Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta.
Bukannya merasa bersalah dan menolong para korban, sesaat setelah kecelakaan, pengemudi dan kawan-kawannya di dalam mobil tidak ada upaya melakukan pertolongan kepada korban.
"Saya sempat tanya sama dia. Mbak, mabuk ya? Kok tega baget sama orang-orang ini. Dia malah marah-marah ke saya," jelas Swarto.
Tiga orang lainnya, yang menjadi penumpang mobil itu juga tidak melakukan tindakan berarti, mereka ada yang menangis dan tidak menolong. Warga yang inisiatif menolong para korban.
Swarto mengatakan jika pengemudi tidak segera diamankan polisi, mungkin ia akan diamuk massa.
Hingga Minggu malam, posisi Apriyanti, belum diketahui. Minggu sore, dia memang telah menyandang status tersangka karena ceroboh berlalu-lintas sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.
"Kami belum tahu mau ditahan di mana dia, karena di sini kan tidak ada tahanan wanita," ujar Kepala Seksi Kecelakaan Lalu-lintas Polda Metro Jaya AKBP Miyanto.
Miyanto menjelaskan kemungkinan tersangka akan ditahan di Polda Metro Jaya dan bisa juga di Rutan Pondok Bambu, hal ini lantaran di unit Laka Lantas Polda Metro Jaya Pancoran tidak memiliki sel untuk tahanan wanita.
"Yah liat saja nanti malam akan ditahan dimana, yang jelas antara di Polda dan rutan Pondok Bambu," tambah Miyato.
Sampai kemarin, penyebab kecelakaan maut Daihatsu Xenia bernopol B 2479 XI, masih simpang siur. Dugaan sementara, Apriyani pengemudi tengah mengantuk berat.
"Untuk sementara ini sih, dugaanya tersangka ngantuk. Namanya habis begadang terus kena AC, jadi ya begitu," ujar Kasat Gakum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Sudharmanto ditemui di kantor Unit Laka Lantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan.
Sudharmanto mengatakan dugaan itu berdasar dari keterangan yang didapat dari tiga saksi yang juga rekan korban dalam mobil Daihatsu Xenia. Hal ini berbeda dengan keterangan tersangka yang mengaku mobil yang dikendarainya mengalami rem blong.
Padahal seperti telah diberitakan sebelumnya, petugas telah mengecek rem mobil yang dikendarai tersangka dan remnya bisa berfungsi dengan baik.
Selain harus mempertanggungjawabkan perbuatanya tersangka juga harus berhadapan dengan pemilik mobil. Pasalnya mobil yang kondisinya remuk dan ringsek itu merupakan mobil pinjaman. Saat ini polisi masih menghubungi pemilik mobil untuk dimintai keterangan.
Selain menabrak 12 pejalan kaki, mobil yang rusak berat tersebut juga menabrak halte Tugu Tani dan pagar besi berlantai di depan KPP Madya Jakarta Pusat.
Editor : imans_7811