Semarak Imlek 2012
KTM Diramaikan Ratusan Warga RRC
Selain sebagai tempat ibadah bagi umat Budha, patung Dewi Kwan Im di KTM Resort Tanjungpinggir,
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM
- Selain sebagai tempat ibadah bagi umat
Budha, patung Dewi Kwan Im di KTM Resort Tanjungpinggir, Sekupang telah
menjadi salah satu magnet pariwisata di Kota Batam. Hal ini terlihat
pada perayaan Imlek tahun 2012, sedikitnya ada ribuan pelancong dari
berbagai negara memadati KTM Resort yang terdiri 500 san pengunjung dari
RRC, dan sisanya masing-masing dari Malaysia dan Singapura.
Pantauan Tribun di KTM Resort, terlihat keberadaan patung setinggi lebih
kurang 26 meter itu semakin menyempurnakan keindahan KTM Resort yang
menghadap langsung ke Singapura. Pengunjung KTM Resort dan orang yang
sembahyang di Patung Dewi Kwan Im Tanjungpinggir ini tidak hanya dari
Singapur, Malaysia dan RRC, bahkan ada yang dari Thailand, Vietnam
negara lainnya.
Ng Djui Tjie, Humas KTM Resort kepada Tribun menuturkan pemandangan
seperti ini sudah tidak mengherankan lagi, bahkan tidak saja pada saat
Imlek, pada hari perayaan besar agama Budha pantung Dewi Kwan Im juga
ramai dipadati pengunjung dari berbagai negara.
"Ini sudah biasa, dan kerap terjadi di hari-hari besar agama Budha," kata Ng Djui Tjie, Senin (23/1/12).
Diakui Ng Djui, suasana ini terlihat sudah sejak seminggu sebelum
perayaan Imlek, dan tiga hari menjelang Imleknya baru terjadi puncak
ramainya. "Untuk suasana normalnya diperkirakan tiga hari setelah
perayaan imlek," ungkap Ng Djui Tjie.
"Kebanyakan para pengunjung yang datang kemari berkeinginan untuk
memanjatkan doa untuk kesejahteraan, panjang umur, kesuksesan ataupun
keselamatan dalam hidupnya," kata Ng Djui Tjie lagi.
Dibagian lain, Raj Khumar, salah seorang pelancong dari malaysia,
ditemui di KTM Resort mengaku dirinya berkunjung ke KTM Resort dalam
rangka liburan dan sekaligus ingin menyaksikan secara dekat patung Dewi
Kwan Im.
"Kata teman-teman yang pernah ke sini menuturkan bahwa patung Dewi Kwan
Im yang ada di KTM Resort sangat bagus dan indah, makanya bersama
keluarga saya pingin menyaksikan secara dekat," kata Raj Khumar.
Berbeda dengan Santo, remaja dari asal negara singa ini mengaku pergi ke
KTM Resort untuk merayakan Imlek di disini sekaligus beribadah. "Saya
tidak pernah merayakan Imlek di Batam, makanya saya pergi ke KTM Resort
untuk merayakan Imlek sekaligus beribadah dan melihat secara dekat
pantung Dewi Kwan Im ini," kata Santo.
Menurut Santo patung Dewi Kwan Im ini merupakan wujud penjelmaan Budha
yang penuh belas kasih. Pada hari-hari tertentu, patung Dewi Kwan Im
menjadi salah satu pusat etnis Tionghoa untuk melakukan sembahyang. Yang
biasanya dilaksanakan setiap bulan 2, 6 dan 9 penanggalan kalender
Cina. Atau sekitar bulan Maret, Juli dan Oktober pada 2011 ini.
Tidak hanya warga Batam dan sekitarnya, pesona patung Dewi Kwan Im juga
menarik kunjungan warga Jakarta ataupun negara tetangga, Singapura dan
Malaysia. Kedatangannya terkadang juga membawa serta keluarga dan
anak-anak untuk memberikan persembahan seperti buah apel, jeruk
mandarin, kue dan air berkah yang diharapkan dapat berdampak pada
kelancaran rezeki keluarga.
Sebagai tempat sembahyang, di sekitar lokasi patung Dewi Kwan Im juga
terdapat vihara dan klenteng. Tempat ini biasa juga ramai pengunjung
saat perayaan Imlek atau tahun baru Cina seperti saat ini.
Sebagaimana pada perayaan Imlek tahun lalu, vihara dan klenteng di dekat
patung Dewi Kwan Im KTM Resort ini menjadi salah satu tempat melakukan
sembahyang etnis Tionghoa beragama Budha. Selain beribadah, momen ini
juga menjadi perjalanan wisata yang terdapat di area KTM Resort.
Berbagai sajian berupa jeruk, kue keranjang, dan dupa diletakan di depan
patung Dewi Kwan Im. Satu-persatu mereka bergantian melakukan ritual
atau sembahyang di depan patung tersebut.
Patung Dewi Kwan Im ini dicatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia
(MURI), 5 November 2008 sebagai patung Dewi Kwan Im tertinggi di
Indonesia. Patung dengan tinggi 22,37 meter dan berat 112 ton ini,
tingginya melebihi patung Dewi Kwan Im yang telah ada sebelumnya di
Pematang Siantar, Sumatera Utara setinggi 19,8 meter.
Patung yang terbuat dari rangka beton yang dicor dan pembuatannya
menghabiskan waktu delapan bulan tersebut, dicatat dalam piagam nomor
3959/MURI/IX/2008. Piagam diserahkan oleh manager MURI, J. Ngadri kepada
pemilik KTM resort, Koh Tiet Meng. (mau)