Kamis, 27 November 2014
Tribun Batam

Motif Batik Gonggong Mulai Dikembangkan

Kamis, 26 Januari 2012 17:53 WIB

Motif Batik Gonggong Mulai Dikembangkan
Tribunnewsbatam/ candra prasetia
Motif Gonggong Mulai Dikembangkan

Laporan Tribunnews Batam, Candra P. Pusponegoro

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TRIBUN
- Batik merupakan pakaian bermotif. Saat ini produk tersebut menjadi tren tersendiri. Mulai anak-anak sampai orangtua, pakaian jenis ini sering dikenakan. Termasuk di Batam atau Kepulauan Riau, rata-rata seluruh karyawan instansi atau perkantoran wajib mengenakan pakaian batik pada hari-hari tertentu.

Untuk batik tersedia beragam jenis, seperti batik tulis, cap, dan sablon. Bahan dasar yang dibuat juga variatif, tergantung kepada seleranya. Ada kain sutera, doby, paris, katun, shantung, dan mori (kafan). Batik yang paling istimewa menggunakan bahan sutera dengan teknik pembatikan dengan cara di tulis (canting).

Hal ini seperti yang dijelaskan Desy Rostari, salah satu pemilik koleksi Batik Syarifah di daerah Bengkong Otorita Batam. Di workshopnya, dia memproduksi beragam jenis batik dengan motif khas, misalnya motif Melayu. Untuk motif ini dikembangkan model gambar gongong (sejenis binatang laut yang bergizi tinggi) dan Barelang (jembatan khas di Batam Rempang).

“Kami memproduksi batik sesuai selera dan pesanan konsumen. Jika di sini, batik yang tersedia bermotif gonggong dan jembatan Barelang. Ada juga batik-bati dengan motif lainnya,” ujar Desy Rostari saat dijumpai Tribun Batam di ruang kerjanya, Kamis (26/1).

Menurutnya, pakaian batik ditawarkan kepada konsumennya tersedia beragam model dan ukuran, baik untuk pria, wanita dan anak-anak. Contohnya pakaian batik hem lengan pendek, kerudung, batik muslim, kemeja batik panjang wanita, kemeja pendek wanita, sackdress panjang, sackdress pendek, kain pantai, asesoris, dan jenis batik lainnya.

Selain itu, batik dengan kombinasi lebih dari empat warna juga tersedia. Batik jenis ini disebut dengan batik pelangi. Sedangkan batik dengan motif khas lainnya disediakan juga, misalnya batik seno sruwiti, Bengkulu, Kalimantan, Riau, atau daerah lainnya. Untuk batik-batik tersebut dia menawarkannya mulai dari harga Rp 50.000 sampai Rp 500.000.

“Mengenai harga batik sesuai dengan jenisnya, untuk jenis batik yang paling mahal, elegan, istimewa, dan paling mempesona adalah batik dari bahan sutera dengan motif tulis,” tutur wanita asal kota batik Pekalongan Jawa Tengah.

Sedangkan menurut M Fatkhi Bustomy, ahli batik yang turut andil membidani koleksi batik Syarifah menerangkan batik yang dikembangkan pihaknya berbeda dengan di pasaran. Artinya, seluruh produksi batik dibuat dengan standar pembatikan. Yaitu mulai dari desain corak, proses pemberian malam (lilin), menutup corak, pewarnaan, dan pelepasan lilin dari kain.

“Proses demi proses kami lakukan dengan standar produksi batik yang berkualitas. Sehingga proses produksinya bisa dilihat secara bertahap dan menghasilkan batik-batik yang elegan,” jelas M Fatkhi Bustomy.

Ia juga menegaskan batik asli atau bukan juga bisa dilihat dari hasil proses akhirnya. Apabila warna motif batik pada kain muka dan belakang komposisi warnanya sama, maka dipastikan batik itu asli. Apabila asli maka warnanya tidak akan mudah memudar atau luntur. Berbeda dengan batik yang dibuat tanpa proses standar maka hasilnya kusam dan tidak menarik. (tia)

Alamat:

Batik Syarifah Collection 
Jln. Mentok No. 35 A
Bengkong Otorita Batam
Telp. 0778-413334 HP 081-372833869
Editor: Dedy Suwadha

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas