Motif Batik Gonggong Mulai Dikembangkan
Tribun Batam - Kamis, 26 Januari 2012 17:53 WIB
Tribunnewsbatam/ candra prasetia
Motif Gonggong Mulai Dikembangkan
Laporan Tribunnews Batam, Candra P. Pusponegoro
TRIBUNNEWSBATAM.COM,
TRIBUN - Batik merupakan pakaian bermotif. Saat ini produk tersebut
menjadi tren tersendiri. Mulai anak-anak sampai orangtua, pakaian jenis
ini sering dikenakan. Termasuk di Batam atau Kepulauan Riau, rata-rata
seluruh karyawan instansi atau perkantoran wajib mengenakan pakaian
batik pada hari-hari tertentu.
Untuk batik tersedia beragam
jenis, seperti batik tulis, cap, dan sablon. Bahan dasar yang dibuat
juga variatif, tergantung kepada seleranya. Ada kain sutera, doby,
paris, katun, shantung, dan mori (kafan). Batik yang paling istimewa
menggunakan bahan sutera dengan teknik pembatikan dengan cara di tulis
(canting).
Hal ini seperti yang dijelaskan Desy Rostari, salah
satu pemilik koleksi
Batik Syarifah di daerah Bengkong Otorita Batam. Di workshopnya, dia
memproduksi beragam jenis batik dengan motif khas, misalnya motif
Melayu. Untuk motif ini dikembangkan model gambar gongong (sejenis
binatang laut yang bergizi tinggi) dan Barelang (jembatan khas di Batam
Rempang).
“Kami memproduksi batik sesuai selera dan pesanan
konsumen. Jika di sini, batik yang tersedia bermotif gonggong dan
jembatan Barelang. Ada juga batik-bati dengan motif lainnya,” ujar Desy
Rostari saat dijumpai Tribun Batam di ruang kerjanya, Kamis (26/1).
Menurutnya,
pakaian batik ditawarkan kepada konsumennya tersedia beragam model dan
ukuran, baik untuk pria, wanita dan anak-anak. Contohnya pakaian batik
hem lengan pendek, kerudung, batik muslim, kemeja batik panjang wanita,
kemeja pendek wanita, sackdress panjang, sackdress pendek, kain pantai,
asesoris, dan jenis batik lainnya.
Selain itu, batik dengan
kombinasi lebih dari empat warna juga
tersedia. Batik jenis ini disebut dengan batik pelangi. Sedangkan batik
dengan motif khas lainnya disediakan juga, misalnya batik seno sruwiti,
Bengkulu, Kalimantan, Riau, atau daerah lainnya. Untuk batik-batik
tersebut dia menawarkannya mulai dari harga Rp 50.000 sampai Rp 500.000.
“Mengenai harga batik sesuai dengan jenisnya, untuk jenis batik
yang paling mahal, elegan, istimewa, dan paling mempesona adalah batik
dari bahan sutera dengan motif tulis,” tutur wanita asal kota batik
Pekalongan Jawa Tengah.
Sedangkan menurut M Fatkhi Bustomy, ahli
batik yang turut andil membidani koleksi batik Syarifah menerangkan
batik yang dikembangkan pihaknya berbeda dengan di pasaran. Artinya,
seluruh produksi batik dibuat dengan standar pembatikan. Yaitu mulai
dari desain corak, proses pemberian malam (lilin), menutup corak,
pewarnaan, dan pelepasan lilin dari kain.
“Proses demi proses
kami lakukan dengan standar produksi batik yang
berkualitas. Sehingga proses produksinya bisa dilihat secara bertahap
dan menghasilkan batik-batik yang elegan,” jelas M Fatkhi Bustomy.
Ia
juga menegaskan batik asli atau bukan juga bisa dilihat dari hasil
proses akhirnya. Apabila warna motif batik pada kain muka dan belakang
komposisi warnanya sama, maka dipastikan batik itu asli. Apabila asli
maka warnanya tidak akan mudah memudar atau luntur. Berbeda dengan batik
yang dibuat tanpa proses standar maka hasilnya kusam dan tidak menarik.
(tia)
Alamat:
Batik Syarifah Collection
Jln. Mentok No. 35 A
Bengkong Otorita Batam
Telp. 0778-413334 HP 081-372833869
Editor : dedy suwadha