TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Akibat
ugal-ugalan supir angkot Bimbar dijalan raya, merenggut nyawa Syahrul
Ahmadi (20) pengendara sepeda motor. Syahrul Amadi yang merupakan warga
bengkong palapa I, RT04 RW07 saat itu tewas dilindas oleh Bimbar Merah
BP 7195 DU, di depan Rumah sakit Camantha Sahidiya Mukauning, Kamis
(26/1) sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat kejadian Syahrul mengendarai
sepeda motor Jupiter Z biru dengan nompol BP 5846 FG .Supir Bimbar yang
tak diketahui namanya itu kabur usai melindas korban sementara enumpang
Bimbar selamat.
Beberapa saksi yang melihat langsung menyeburkan
kecelakaan maut itu bermula dari aksi ugal-ugalan dua Bimbar jurusan
dapur 12- Jodoh. Dari arah Batamcenter.
"Bimbar ini (bimbar yang
tabrak sepeda motor) lagi kejar-kejaran dengan dengan Bimbar lainnya
saat itu berada didepan, ngebut kali," ujar Nita salah satu penumpang
Bimbar yang tabrak itu.
Karena asik kejar-kejar tiba di lokasi
kejadian, Bimbar yang menabrak korban semula dilajur kanan tiba-tiba
memotong ke lajur kiri untuk mendahului Bimbar yang dikejarnya. Namun
apes di lajur kiri ini, ada Syahrul yang tengah melaju dengen kecepatan
rendah menggunakan sepeda motornya yang juga dari arah yang sama.
Tabrakan tak terelak. Sepeda motor korban langsung diseruduk Bimbar.
Syahrul pun terbanting dengan sepeda motornya ke pinggir jalan bagian
kiri. Karena masih dalam posisi laju, Bimbar tersebut tidak bisa ngelak
dan lagi-lagi melindas tubuh Syahrul bagian Dada ke atas.
Dan
terus melaju menuju hingga ke hutan. Bimbar tersebut berhenti setelah
menabrak pepohonan di hutan pinggir jalan. Syahrul pun tergeletak
bersimbah darah dipinggir jalan. Sepeda motornya juga rusak.
"Supirnya langsung loncat dan kabur," ujar Nita penumpang lainnya yang terlihat gemetar dan ketakutan.
Syahrul
yang menjadi korban, merupakan karyawan PT Rikres Indonesia itu
langsung tewas ditempat dengan kondisi yang mengenaskan. Tengkorak
kepala pecah, bola mata kiri keluar dan remuk bagian dada kiri. Syahrul
pun langsung dibawa ke RSCM oleh warga dan polisi. Karena sudah tewas
Syahrul akhirnya di bawa ke ruangan jenazah.
"Memang dari dulu
selalu yang bekin onar di jalan mobil angkot. Nyawa kayaknya sudah tidak
berarti lagi oleh supir angkot. . Sudah tabrak orang tewas malah kabur.
Polisi harus lebih ketat lagi mengawasi supir angkot," ujar Zaki
Setiawa salah seorang warga.
Kecelakaan itu juga menyebabkan
jalanan di lokasi kejadian macet beberapa saat. Mobil Bimbar dan sepeda
motor korban langsung diamankan polisi unit satlantas Polresta Barelang.
Sementara
suasana di kamar Jenazah RSCM mendadak riuh beberapa saat. Keluarga
korban yang datang tidak kuasa menahan tangis. Tariakan histeris memeceh
keheningan RSCM.
"Bang apa salah kau bang. Jangan tinggalkan kami bang," tangis Mauliza dan Fauzia adik korban.
Keluarga korban memintah agar polisi segera menangkap supir Bimbar dan memberikan hukuman yang setimpal.(bur)