Kamis, 29 Januari 2015

Sani : Pemko Batam dan BP Jangan Ribut Lagi

Selasa, 31 Januari 2012 12:46 WIB

Sani : Pemko Batam dan BP Jangan Ribut Lagi
IST
Gubernur Kepri HM SANI

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Gubernur Kepulauan Riau HM Sani, yang juga Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam-Bintan-Karimun, mengingatkan agar Pemerintah Kota Batam dan Badan Perngusahaan (BP) Kawasan Batam agar tidak saling rebutan lahan.

Hal itu terkait dengan rencana akan diusulkannya Pulau Tanjungsauh, Kecamatan Nongsa masuk dalam wilayah FTZ. Pulau itu nantinya akan ditetapkan menjadi pelabuhan peti kemas dan alih kapal. Sani meminta Pemko dan BP melakukan koordinasi secara intensif sehingga tidak mengulangi polemik Pulau Janda Berhias.

"Jangan seperti Janda Berhias, Investor sudah ada, tapi status lahannya masih diributkan," kata Sani.

Hal itu diingatkan Sani dalam rapat koordinasi FTZ terkait terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 10/2012 sebagai pengganti PP No.2/2009 tentang perlakuan kepabeanan terhadap arus barang di wilayah FTZ.

Acara yang digelar di Graha Kepri, Batam itu juga dihadiri Wakil Gubernur Soerya Respationo, Walikota Batam Ahmad Dahlan, Ketua BP Batam Mustofa Wijaya, Kepala Kantor Bea Cukai Pelayanan Utama Batam Kukuh Sumardono Basuki,  dan sejumlah instansi pemerintahan terkait FTZ di Batam-Bintan-Karimun.

Sani meminta BP Batam dan Pemkot Batam membahas masalah ini mulai dari hal yang dasar, seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta hal-hal teknis lainnya.  "Harus sepakat dan jelas dulu peruntukannya agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Kalau semua sudah sepakat, kita siap menjadi fasilitator," kata Sani.

Tanjungsauh yang terletak di seberan Pelabuhan Internasional Kabil ini akan diusulkan masuk kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas KPBPB (istilah lain FTZ). Sekretaris DK BBK Jon Arizal membenarkan, saat ini pulau tersebut masuk Kecamatan Nongsa dan berada di wilayah kerja Pemko Batam, bukan kawasan FTZ.

Halaman12
Editor: Iman Suryanto
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas