Temper Tantrum Pengaruhi Tingkah Laku Balita
Tribun Batam - Minggu, 5 Februari 2012 16:50 WIB
Tribun Batam/ Istimewa
Ilustrasi Temper Tantrum
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Masa balita (bayi lima tahun) memang menjadi fase yang paling menentukan terhadap perkembangan karakter dan prilaku anak. Namun tak sedikit orangtua kebingungan menghadapi pola tingkah laku anak pada usia-usia tersebut.
Salah satunya mungkin temper tantrum pada anak. Temper tantrum atau yang diartikan sebagai ledakan emosi kemarahan pada anak yang ditimbulkan oleh perasaan frustasi pada anak, sering terjadi di usia balita, tepatnya 2-4 tahun.
Dalam parenting class yang diadakan oleh Rumah Sakit Awal Bros, Sabtu (4/2/2012) lalu, dijelaskan prilaku yang tampak dari temper tantrum ini seperti menangis dengan suara yang keras, berteriak, menendang, melemparkan barang, atau bahkan bisa juga dengan hal-hal yang menyakiti diri sendiri seperti mengantuk-antukkan kepala dan sebagainya.
Maryana, M.Psi., Psi. Psikolog anak RSAB mengatakan bahwa selain untuk mengekspresikan kemarahannya, temper tantrum juga salah satu cara anak untuk menguji kesabaran dari orangtuanya.
"Penyebabnya boleh jadi karena perasaan frustasi anak, karena mungkin di usia tersebut perkembangan bahasa ekspresif si anak juga masih terbataskan. Atau juga karena berkurangnya perhatian yang diberikan oleh si ibu atau bapak, juga fase itu masa berkembangnya ego anak. Dan hal lain yang menjadi penyebab temper tantrum ini juga boleh jadi sebagai bentuk manipulasi si anak terhadap orangtuanya," jelas Maryana kepada Tribunnews Batam.
Menurut psikolog ini, ada banyak cara untuk menangani temper tantrum pada anak. Misalkan, mulai dari modelling, bagaimana si orang tua menjadi model contoh terhadap prilaku anak.
Apa yang biasanya dilakukan oleh orangtua disaat marah, biasanya hal tersebut jugalah yang akan ditiru anak. Oleh sebab itu orangtua harus dapat memberikan contoh bagaimana mengelola emosi dengan cara yang baik. Khususnya mengelola emosi marah.
"Yang pertama mungkin orangtua bisa menjadi contoh dulu yah buat anaknya, karena kecenderungan anak biasanya meniru dari lingkungan terdekatnya. Selain itu hal lain yang bisa dilakukan para orangtua untuk mengatasi gejala ini, coba berikan perhatian yang cukup bagi anak, dimana para orangtua harus bisa menyediakan waktu untuk bermain, ngobrol atau aktifitas apa saja bersama-sama dengan anak," lanjutnya.
Maryana juga mengungkapkan, kebanyakan temper tantrum sering terjadi saat anak berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya.
Untuk itu orangtua harus bisa menyiapkan anaknya sebelum melakukan kegiatan lainnya. Misalkan, saat anak sedang bermain, namun sebentar lagi orangtua harus membawa anaknya untuk acara atau kegiatan lain, orangtua mungkin bisa memberikan atau mengucapkan kalimat penjelasan yang tepat.
" Jadi orangtua mungkin bisa bilang, 'nak main nya 15 menit lagi yah, kita mau pergi makan nanti kita ketemu...dan bla bla". Yang intinya memberikan waktu transisi kepada anak. Selain itu orangtua juga bisa memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih, atau bisa juga dengan memberikan reward terhadap prilaku anak yang positif, dan masih banyak lagi," tutup Maryana.
Sementara itu, bagi Anda yang masih penasaran mengenai temper tantrum atau memiliki keluhan terhadap prilaku-prilaku psikologi anak lainnya, bisa bergabung dengan parenting club RSAB.
Cyntia Humas RSAB menyebutkan untuk kegiatan parenting class ini sebenarnya sudah sejak lama diadakan, namun demikian untuk parenting club sendiri baru dimulai bulan Februari ini.
"Kalau kegiatan parenting class sudah ada dari tahun lalu, dan rutin kami adakan sebulan sekali. Temanya tentu berbeda-beda, tetapi tetap seputar mengangkat permasalahan-permasalahan anak. Nah untuk memudahkannya kami membuat parenting club ini, jadi buat para member parenting club selain bisa mengikuti parenting class gratis setiap bulannya, bakal kami berikan manfaat lainnya juga," papar Chyntia.
Adapun manfaat lainnya untuk ikut bergabung dalam parenting club, yakni ada diskon khusus untuk beberapa pengobatan anak, serta diskon 15 persen untuk konsultasi psikologis anak dengan tim psikologi RSAB.
Untuk bergabung dalam parenting club hanya dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp 20 ribu untuk masa keanggotaan selama satu tahun.
Editor : imans_7811