Minta Kejari Batam Usut Tuntas Kasus Mantan Gubernur LIRA Kepri
Tribun Batam - Senin, 6 Februari 2012 23:31 WIB
Tribun Batam/ Aprizal
Ini Dia Dua orang KPK Bodong dan Gubernur LIRA yang diamankan terkait percobaan pemeran Bupati Karimun
Laporan Tribunnewsbatam.com, Nazarrudin Napitu
TRIBUNNEWSBATAM.COM,
BATAM - Pengurus LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) mendatangi kantor
Kejari Batam. Kehadiran mereka diterima dan disambut baik oleh Kajari
Batam I Made Astiti Ardjana di ruang aula Kejari Batam. Senin (6/2)
Rusmini
Gubernur LIRA Kepri menuturkan, kedatangan organisasi LIRA ke Kejari
Batam guna meminta kepada Kejari Batam untuk mengusut tuntas kasus
mantan Gubernur LIRA Kepri Budi Sudarman yang diduga melakukan pemerasan
kepada Bupati Karimun Nurdin Basirun dan mengusut dugaan korupsi dana
CD di Kabupaten tersebut.
"Kami minta kejaksaan dengan
senantiasa menindak lanjuti kasus itu, kami tak ingin kasus itu hilang
begitu saja, ini akan kami pantau terus,"ujar Rusmini saat beraudiensi
dengan Kajari Batam. Senin (6/2).
Rusmini juga sangat mendukung
atas tindakan Kejari Batam kepada siapapun anggota LIRA yang melanggar
hukum termasuk saudara mantan Gubernur LIRA Kepri Budi Sudarmawan.
Pantauan
Tribun Batam, selain Rusmini, tampak hadir juga pengurus LIRA lainnya.
Seperti ; Frans Watu, Sekretaris Kabinet DPP LIRA, Aksa Halatu, Ketua
OKK LIRA Kepri, Masmur Siahaan, Wasekwil
LIRA Kepri, Rosano, Wali Kota LIRA Batam serta sejumlah pengurus lain.
Sementara,
Kepala Kejari Batam I Made Astiti Anjani menyambut baik kehadiran dan
dukungan LIRA sendiri untuk mendukung pihaknya dalam mengusut tuntas
kasus tersebut. Namun, untuk menuntaskan kasus itu kata I Made, dirinya
meminta didukung dengan surat dan bukti data-data yang lengkap dan
akurat sehingga prosesnya bisa lebih cepat.
"Mengenai laporan kita saling kontrol asalkan data-datanya itu benar-benar akurat supaya proses hukumnya lebih cepat,"ujarnya.
Sebagai
Kepala Kejari Batam yang baru, I Made berjanji akan meningkatkan
pengawasan dan meningkatkan profesionalisme aparat di insitusinya.
Sehingga tidak jalan sendiri-sendiri. (naz)
Editor : dedy suwadha