Tribun Batam - Senin, 6 Februari 2012 23:07 WIB
Laporan Tribunnews Batam, Yusuf Riadi
TRIBUNNEWSBATAM.COM,
BATAM- Maraknya pemberitaan adanya pungutan Try Out di beberapa sekolah
baru-baru ini juga ditanggapi oleh pihak SMP N 10 Sei Panas. Pasalnya
pihak kepala sekolah bersama komite sekolah menjadi prihatin dengan
adanya informasi khususnya pungutan Try Out di beberapa sekolah.
Kepala
sekolah SMP 10 Sei Panas Fahrul saat ditemui Tribun mengatakan,
pemberitaan yang ada di media masa tentang adanya pungutan uang Try Out
sangat kita sanyangkan. Sejumlah orang tua siswa pun sempat merasa
bingung terkait adanya pungutan Try Out.
"Kita sayangkan juga
dengan adanya pungutan Try Out di beberapa sekolah, karena sejumlah
orang tua di SMP pun ikut menjadi bingung tentang adanya pungutan Try
Out, dan di SMP 10 kita tidak pernah ada pungutan untuk Try
Out," jelas Fahrul Senin (6/2).
Fahrul menambahkan, disekolah
SMP 10 hanya melaksanakan pemantapan atau belajar tambahan, hal ini
bertujuan agar lebih terarahnya siswa kelas III dalam menghadapi ujian
nasional yang akan berlangsung sekitar bulan Maret 2012.
Pihak
sekolah bersama komite memberikan usulan akan diadakannya pemantapan
atau belajar tambahan di luar jam belajar efektif bagi siswa kelas siswa
kelas III. Selain itu, dalam jam pelajaran tambahan pihak sekolah telah
memulai pertemuan dari bulan oktober dengan pertemuan sebanyak 4 kali
dalam satu Minggu, dengan masing masing pertemuan berlangsung selama 1,5
jam per hari.
Sementara Ketua Komite Sekolah SMP N 10 Sei
Panas, Baharuddin menjelaskan, sebelum menetapkan jam tambahan belajar
kepada orang tua murid, pihak komite sekolah bersama pihak sekolah dan
orang tua murid, mengambil kesepakatan terlebih dahulu dengan mengadakan
beberapa kali
pertemuan.
Dari pertemuan tersebut dihasilkan dua pilihan yang
bisa dilaksanakan yakni orang tua murid memasukan anaknya di lembaga
kursus (les) dengan biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di luar.
Sementara
Pilihan lainya pihak sekolah menyediakan pemantapan atau belajar
tambahan melalui guru-guru lokal sekolah yang telah terbiasa dengan
karakter anak di sekolah. Tapi tetap dengan adanya honor untuk guru yang
mengajar pemantapan yang di bebankan ke orang tua murid setiap bulan
sebesar Rp 108 yang berlangsung selama 6 bulan sejak Oktober 2011 lalu.