A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Preman Berdalih Petugas Keamanan Kerap Meminta Uang - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribun Batam

Preman Berdalih Petugas Keamanan Kerap Meminta Uang

Selasa, 28 Februari 2012 10:37 WIB
Preman Berdalih Petugas Keamanan Kerap Meminta Uang
Tribun Batam/ Istimewa
Ilustrasi Pengeroyokan
Laporan Tribunnews Batam, Eko Setiawan

TRIBUNNRESBATAM, BATAM
- Kondisi ruas jalan menuju pinggiran pantai dikawasan Batam Centerdimana terjadinya Tempat Kejadian Perkara (TKP) pengeroyokan yang menyebabkan Pangkat meninggal dunia, memang diakui sebagian masyarakat terlihat gelap ketika malam hari.

Dari Pantauan Tribun terlihat tidak adanya lampu penerangan, walhasil tempat gelap inilah yang menjadi favorit oleh muda-mudi untuk pacaran ataupun sekedar menikmati suasana malam, sambil minum-minum seperti yang dilakukan oleh Pangkat CS beberapa waktu lalu.

Sumber Tribun mengatakan para muda-mudi yang nongkrong disana sering dimanfaatkan para preman untuk dijadikan "lahan basah", dimana para preman kerap malakukan aksi "malak" ke setiap orang dengan kedok sebagai petugas keamanan disana.

Untuk pertama kali masuk, pengunjung yang menggunakan motor akan diminta uang Rp 5 ribu, sedangkan yang memakai mobil Rp 10 ribu. Peraturan itu seperti sudah dibuat dan wajib dibayar kalau tidak pengunjung tidak dibenarkan masuk oleh beberapa orang yang sengaja berjaga-jaga disana.

Semakin malam, kawasan yang dijagai oleh preman disana kembali melakukan aksinya, bahkan mangsanya yakni orang-orang yang tengah asik berpacaran. Mereka menghampiri pasangan yang tengah berpacaran dengan alasan keamanan.

"Masuk pertama alasan orang itu untuk parkir, dan alasan kedua dia minta untuk uang keamanan," ujar sumber Tribun yang enggan namanya dikorankan.

Seperti sudah mengintai, preman disana langsung menghampiri, modusnya yakni mereka menangkap pasangan itu dan diancam akan dibawa ke kantor polisi dengan alasan telah berbuat mesum dilokasi tersebut.

Walhasil para korban tidak mau dibawa, lalu pelaku memberikan pilihan dengan cara damai ditempat atau membayar kepada pelaku agar dia tidak jadi dibawa ke kantor polisi.

"Mereka mengancam akan menangkap dan menyerahkan kekantor polisi dengan alasan berbuat tidak senonoh, tapi kalau sikorban mau damai korban harus membayar dan dilepaskan pergi," lanjutnya.

Tarif yang dia minta untuk memalak juga berbeda-beda, melihat dari kendaraan yang digunakan para korbannya, apabila korban menggunakan mobil uang damai mungkin lebih besar dibanding korbannya yang menggunakan motor. Uang damai itu berkisar dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Kalau uang yang dia mintak untuk damai juga gak tentu, tergantung para korbannya, gak mungkin kan kalau korban menggunakan mobil dia mintak Rp 50 ribu," lanjutnya lagi.

Pasangan muda-mudi memang menjadi sasaran empuk preman disana. Sampai sekarangpun hal-hal seperti itu masih berlanjut.

Kalau orang yang dipalak tidak mau memberikan meraka bisa jadi memukul atau mengeroyok seperti yang dialami oleh Pangkat Muda beberapa waktu lalu.

"Mereka tidak akan berani mengantarkan kekantorpolisi, itu hanya ancamansaja, kalau korban tidak mau memberi palingan korban akan dipukul atau dikeroyok," pungkasnya.
Editor: Iman Suryanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas