Public Service
Akhirnya PKL di Simpang Melia Panorama Digusur
Petugas Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP) menertibkan sekitar 25 kios Pedagang kaki lima (PKL)
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Petugas Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP) menertibkan sekitar 25 kios Pedagang kaki lima (PKL) dikawasan Simpang Melia Panorama Senin (5/3) sekitar pukul 10:00 WIB. Imam Tohari yakni lurah Batu Ampar juga terlihat turun langsung dalam penertiban PKL ini, kemudian para PKL akan dipindahkan ke kios yang baru saja dibangun oleh pemerintah yang lokasinya tidak jauh dari tempat itu.
Proses penertiban berjalan lancar, karena sebelum penertiban ini dilakukan para PKL sudah diberitahu, malahan mereka membantu Satpol PP untuk membuka kiosnya masing-masing."Jauh sebelumnya kita sudah memberitahukan kepada pedagang disini jalau tempat ini akan ditertibkan, nantinya mereka akan dipindahkan ke kios-kios baru yang telah disiapkan oleh pemerintah," ujar Iman kepada Tribun di lokasi penertiban.
Penertiban ini dilaksanakan berdasarkan Perda nomor 16 tahun 2007 tentang tata ruang wilayah dan penataan pedagang kaki lima di Batam. Untuk sementara telah selesai sebanyak 50 kios siap huni yang nantinya akan di huni oleh masing-masing pedagang, memang ukuran kios terlihat lebih kecil dari tempat dia berdagang sebelumnya, tapi tempatnya tidak berserakan lagi seperti biasa, kios-kios yang baru dibangun ini terletak dipinggir jalan dan tidak menutupi jalan itu lagi.
"Untuk tehap awal sekitar 50 kios sudah selesai untuk dihuni, kalau kita mengikuti permintaan pedagang saya kira berapapun tempat yang kita berikan pasti tidak cukup, ini bertujuan agar tempat ini bisa lebih rapi dan tidak berserakan seperti biasa," tambah Iman.
Belum tahu kapan kios ini akan dihuni oleh para pedagang, sewanya juga belum ditentukan secara resmi oleh pemerintah, namun Iman mengatakan untuk tiga bulan pertama kios ini bisa dihuni secara geratis oleh para pedagang."Untuk saat ini berapa sewa per kios belum kita tentukan, tapi untuk tiga bulan pertama para pedagang kita geratiskan untuk jualan disini," lanjutnya.
Untuk kedepannya Iman mengatakan pemerintah akan menyiapkan sekitar 200 kios lagi, pemerintah akan bekerja sama dengan beberapa pihak suasta demi lancarnya pembangunan kios kedepannya. "Sekarang baru 50 kios yang selesai, dan nantinya kita akan menambah sekitar 200 kios lagi, rencananya kita akan menggandeng pihak-pihak suasta," pungkasnya.
Semantara itu Soleh, yang terlihat sedang asik memindah-mindahkan dagangannya mengatakan sebelumnya memang sudah ada pemberitahuan kepada para pedagang disana, mereka tidak menolak untul pindah jika memang tempatnya sudah selesai, namun dia mau memastikan berapa harga sewa kios ini perbulan atau pertahun, agar nantinya mereka mudah menghitung pemasukan dan pengeluaran dari hasil mereka berjualan.
"Kalau kami disini disuruh pindah ya mau-mau saja, tapi kami belum tahu berapa nanti uang sewa per kios ini, pokoknya jangan terlalu mahal, takutnya nanti gak terbayar sama kami, masalahnya dagangan kami untungnya juga gak terlalu banyak," ujar Soleh salah satu pedagang yang di wawancarai oleh Tribun saat penertiban berlangsung.